NarasiTimur
Beranda Publik Pangdam Baru Hadapi Momentum Strategis, Kodam Moloku Kie Raha Mulai Perkuat Komando di Malut

Pangdam Baru Hadapi Momentum Strategis, Kodam Moloku Kie Raha Mulai Perkuat Komando di Malut

Penyerahan bendera sebagai simbol alih Kodal kepada Pangdam XXVIII Moloku Kie Raha (Istimewa)

Narasitimur – Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Nefra Firdaus, memasuki fase strategis dalam kepemimpinannya seiring pelaksanaan alih komando dan pengendalian (Alih Kodal) dari Kodam XV/Pattimura kepada Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha.

Alih Kodal ini menjadi momentum penting bagi Nefra Firdaus untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mengoptimalkan kesiapan satuan, serta memastikan pelaksanaan tugas TNI Angkatan Darat di wilayah Maluku Utara berjalan efektif dan terkoordinasi.

Nefra yang resmi menjabat Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha setelah serah terima jabatan pada 5 Oktober 2026, kini dihadapkan pada agenda penguatan struktur komando kewilayahan yang sebelumnya berada di bawah tanggung jawab Kodam XV/Pattimura, yang membawahi wilayah Maluku dan Maluku Utara.

Melalui Alih Kodal, tanggung jawab komando dan pengendalian di wilayah Maluku Utara beralih kepada Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha. Peralihan ini menjadi pijakan bagi Pangdam baru untuk mengonsolidasikan kekuatan satuan sekaligus membangun sistem kerja yang profesional, responsif, dan adaptif terhadap dinamika wilayah.

Tantangan tersebut tidak terlepas dari karakteristik Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan dengan posisi strategis, kekayaan sumber daya alam, serta dinamika sosial yang beragam. Kondisi geografis itu menuntut koordinasi antarsatuan yang efektif, kesiapsiagaan operasional, dan kemampuan respons yang cepat terhadap perkembangan situasi.

Di bawah kepemimpinan Nefra, penguatan pembinaan teritorial juga menjadi aspek penting untuk memastikan kehadiran TNI tidak hanya berorientasi pada kesiapan pertahanan, tetapi juga membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat serta mendukung terciptanya stabilitas daerah.

Soliditas internal, peningkatan profesionalisme prajurit, dan kesiapan operasional satuan menjadi fondasi yang perlu diperkuat dalam menjalankan tugas pokok TNI AD. Pada saat yang sama, koordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya diperlukan untuk menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif.

Dalam konsep arahan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Tandyo Budi R, ditekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif dan berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, insan media, dan masyarakat.

Komunikasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik, memperkuat sinergi lintas sektor, serta memastikan kebijakan dan program TNI AD tersampaikan dengan baik. Satuan juga dituntut meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan beradaptasi, terhadap perkembangan teknologi maupun dinamika tantangan tugas.

Dengan beralihnya tanggung jawab komando dan pengendalian kepada Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, kepemimpinan Nefra Firdaus memegang peran penting dalam memastikan penguatan organisasi berjalan, seiring dengan peningkatan profesionalisme dan efektivitas pelaksanaan tugas di Maluku Utara.

Momentum ini sekaligus menjadi ujian awal bagi Pangdam baru untuk membangun fondasi komando yang solid, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta mendukung terwujudnya Maluku Utara yang aman dan kondusif bagi keberlanjutan pembangunan daerah. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan