Festival Durian Pertama Digelar di Desa Leo-Leo Rao Morotai
Narasitimur – Pemerintah Desa (Pemdes) Leo-Leo Rao, Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menggelar Festival Durian Desa Leo-Leo Rao yang berlangsung di Dego-dego RT 06/RW 03, Selasa (30/12/2025).
Kepala Desa Leo-Leo Rao, W. Tamahiwu, mengatakan festival tersebut merupakan yang pertama kali digelar, tidak hanya di desa setempat tetapi juga di Kabupaten Pulau Morotai. Karena itu, kegiatan ini dinilai sebagai momen bersejarah bagi Desa Leo-Leo Rao.
“Festival ini baru pertama kali digelar di Desa Leo-Leo Rao. Bahkan, untuk Kabupaten Pulau Morotai, ini juga yang pertama kali,” ujar Tamahiwu saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, festival durian ini bertujuan memperkenalkan potensi durian Desa Leo-Leo Rao kepada masyarakat luas, sekaligus meluruskan anggapan bahwa durian yang selama ini dikenal sebagai durian Posi-Posi Rao sebenarnya berasal dari Desa Leo-Leo Rao.
“Selama ini durian dikenal sebagai durian Posi-Posi Rao, padahal sumbernya dari Desa Leo-Leo Rao. Lewat festival ini kami ingin masyarakat tahu bahwa Leo-Leo Rao juga punya durian yang berkualitas,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta mendorong warga untuk lebih giat menanam pohon durian. Menurutnya, Desa Leo-Leo Rao selama ini dikenal sebagai penghasil hasil laut, kopra, dan cengkeh, dan ke depan ditargetkan juga sebagai sentra durian.
“Selain hasil laut, kopra, dan cengkeh, sekarang kami menargetkan Desa Leo-Leo Rao sebagai penghasil durian. Festival ini dilaksanakan selama satu hari,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Pulau Rao Sherli Karolin Tamadarage mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Leo-Leo Rao bersama masyarakat dan pelaku UMKM dalam menyelenggarakan festival tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi Pak Kades, pemerintah desa, dan UMKM Leo-Leo Rao karena mampu bekerja sama menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Sherli, festival durian ini tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung dan pedagang dari luar desa yang datang membeli durian milik warga.
“Biasanya masyarakat harus membawa durian ke Daruba dengan menyeberang laut dan naik mobil. Hari ini, pembeli justru datang langsung ke desa. Ini sangat membantu masyarakat,” tandasnya.
Festival Durian Desa Leo-Leo Rao pun diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai upaya pengembangan potensi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. (*)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




