NarasiTimur
Beranda Tajuk Polairud Morotai Antar Jemput 23 Siswa Sekolah Antarpulau

Polairud Morotai Antar Jemput 23 Siswa Sekolah Antarpulau

Proses penjemputan para siswa (Tim)

Narasitimur – Aktivitas sekolah bagi puluhan anak di wilayah kepulauan Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mendapat perhatian dari personel Polairud Marnit Morotai.

Melalui program PURI ANJASMORO (Polisi Untuk Negeri Antar Jemput Anak Sekolah Morotai), polisi menggunakan perahu fiber untuk mengantar dan menjemput siswa yang harus menyeberangi laut menuju sekolah.

Pada Senin (5/10/2026), sebanyak 23 siswa SMA dan SMP diseberangkan dari Desa Samiamao menuju Desa Posi-Posi, Kecamatan Pulau Rao. Jarak kedua desa tersebut sekitar 1,1 mil laut.

Dari jumlah tersebut, 13 siswa merupakan pelajar SMA yang terdiri dari 11 perempuan dan dua laki-laki. Sementara 10 lainnya merupakan siswa SMP, terdiri dari tujuh perempuan dan tiga laki-laki.

Pengantaran dilakukan mulai pukul 06.30 WIT oleh personel Polairud Marnit Morotai, Bripda Maulidin Lohor dan Bripda Anada Trisandi.

Yang menarik, sarana transportasi yang digunakan bukan sekadar perahu operasional. Perahu fiber bermesin Yamaha 15 PK tersebut disiapkan atas inisiatif personel Polairud Marnit Morotai yang tergerak membantu anak-anak sekolah, yang mengalami kendala transportasi saat berangkat maupun pulang sekolah.

Untuk memastikan keselamatan siswa selama penyeberangan, polisi juga menyediakan 12 buah life jacket. Pengantaran dan penjemputan dilakukan secara bertahap, dengan tetap memperhatikan kondisi, serta aspek keamanan selama perjalanan laut.

Program tersebut menjadi bentuk pelayanan Polairud di wilayah kepulauan, terutama bagi anak-anak yang akses menuju sekolahnya, bergantung pada transportasi laut.

Dengan adanya layanan antar jemput ini, siswa dari Desa Samiamao tetap dapat mengikuti aktivitas pendidikan di Desa Posi-Posi, tanpa harus menghadapi sendiri kendala transportasi antar pulau.

Bagi anak-anak di wilayah kepulauan, jarak sekolah bukan hanya persoalan kilometer, tetapi juga harus menyeberangi laut. Di tengah kondisi itu, kehadiran polisi melalui program PURI ANJASMORO menjadi upaya memastikan perjalanan menuju sekolah tetap berjalan aman. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan