Asap Kebakaran TPA Takome, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Warga
Narasitimur – Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru di Kelurahan Takome, Kota Ternate, tidak hanya menyisakan persoalan pemadaman api, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat akibat paparan asap.
Berdasarkan presentasi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Ternate, sebanyak 4.588 warga di wilayah Takome, Sulamadaha, dan Tobololo tercatat masuk dalam kelompok masyarakat yang terdampak langsung.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 671 orang tergolong kelompok rentan, meliputi bayi, balita, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Paparan asap kebakaran menjadi perhatian karena dapat membawa partikel halus dan berbagai zat pencemar yang berisiko mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak asap kebakaran yang mengandung partikel halus seperti PM2.5 dan PM10 serta zat iritan lainnya.
Menurut Fathiyah, paparan asap secara terus-menerus dapat memicu gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok rentan dan orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Gejala yang dapat muncul antara lain iritasi mata dan tenggorokan, batuk, hingga sesak napas. Paparan juga berpotensi memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit pernapasan kronis.
21 Kasus ISPA Tercatat
Dalam laporan BPBD Kota Ternate, lebih dari 21 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat selama empat hari pertama kejadian kebakaran.
Selain warga, asap pekat juga dilaporkan berdampak pada fasilitas pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas Sulamadaha dan dua Puskesmas Pembantu (Pustu).
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, pemerintah mendirikan dua Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) darurat dengan mengerahkan 14 tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, perkembangan jumlah kasus ISPA setelah periode awal kebakaran masih perlu dipastikan melalui data terbaru dari fasilitas kesehatan. Catatan kasus tersebut juga belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh pasien mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap TPA.
Warga Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Rumah
Untuk mengurangi risiko paparan, Dinas Kesehatan Kota Ternate mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah ketika asap menyelimuti lingkungan tempat tinggal.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus. Masyarakat juga diminta menutup pintu dan jendela apabila asap mulai masuk ke dalam rumah.
Warga yang mengalami gangguan pernapasan diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan medis perlu segera dilakukan apabila muncul gejala berat, seperti kesulitan bernapas atau nyeri dada.
Dinkes Kota Ternate juga menyatakan akan melakukan pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat secara berkala, disertai koordinasi lintas sektor untuk mengendalikan kebakaran dan meminimalkan dampak pencemaran udara.
Di tengah proses pemadaman TPA Buku Deru-Deru yang masih berlangsung, pemantauan kualitas udara, perkembangan kasus gangguan pernapasan, serta perlindungan kelompok rentan menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran. (*)






