Pangdam Moloku Kie Raha Tekankan Loyalitas dan Kehormatan Prajurit Lewat Tradisi Masuk Korps
Narasitimur – Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Nefra Firdaus, menegaskan pentingnya loyalitas, disiplin, dan kehormatan satuan sebagai landasan pengabdian prajurit TNI AD. Pesan itu disampaikan, dalam upacara penciuman Pataka dan tradisi masuk korps Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara, Rabu (21/10/2026).
Tradisi tersebut bukan sekadar seremonial satuan, melainkan bagian dari pembinaan prajurit untuk menanamkan kebanggaan terhadap korps, sekaligus memperkuat jiwa korsa dalam menjalankan tugas pertahanan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam amanatnya, Nefra menekankan bahwa Pataka merupakan simbol kehormatan, identitas, dan jati diri satuan yang harus dihayati setiap prajurit. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak, baik saat menjalankan tugas kedinasan maupun ketika berada di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa menjaga nama baik satuan dengan berpegang pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
Menurutnya, loyalitas dan disiplin harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional, penuh tanggung jawab, serta dilandasi ketulusan dan semangat pantang menyerah.
“Laksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab, tulus, ikhlas, dan pantang menyerah demi kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.
Lebih dari sekadar identitas militer, Nefra menyebut nama Moloku Kie Raha memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan kebudayaan masyarakat Maluku Utara. Istilah tersebut berakar pada warisan empat kesultanan utama, yakni Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan.
Secara umum, Kie Raha dimaknai sebagai empat gunung dan dikaitkan dengan konfederasi empat kesultanan yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Maluku Utara.
Bagi Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, nilai historis dan kultural tersebut menjadi pengingat bahwa pelaksanaan tugas pertahanan teritorial juga perlu dibangun melalui penghormatan terhadap budaya lokal, semangat persatuan, serta kedekatan dengan masyarakat.
Nefra berharap, identitas Moloku Kie Raha tidak hanya menjadi kebanggaan satuan, tetapi juga memperkuat komitmen prajurit dalam menjaga keutuhan bangsa dengan tetap menghormati keberagaman budaya di wilayah Maluku Utara.
Upacara tersebut turut dihadiri Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, sejumlah pejabat utama Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha dan Korem 152/Baabullah, para komandan satuan, serta prajurit dan PNS di jajaran kedua satuan tersebut. (*)






