Ternate–Tidore Gandeng Hotel Borobudur Jakarta, Siap Jual Wisata dan Investasi
Narasitimur – Pemerintah Kota Ternate bersama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan resmi menandatangani memorandum of understanding (MoU) penyelenggaraan program Food, Culture & Tourism Promotion dengan manajemen Hotel Borobudur Jakarta, yang difasilitasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di kantor Bappelitbangda Kota Ternate, Rabu (1/4/2026), dan dihadiri Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman bersama Wakil Wali Kota Nasri Abubakar, serta Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen bersama Wakil Wali Kota Ahmad Laiman. Kegiatan ini juga dihadiri pimpinan OPD teknis dari kedua pemerintah daerah, pihak Hotel Borobudur, dan unsur terkait lainnya.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengatakan MoU tersebut berfokus pada promosi potensi daerah, khususnya sektor pariwisata, budaya, kuliner, hingga peluang investasi yang akan dipromosikan melalui jaringan Hotel Borobudur di Jakarta.
“Poin dari MoU ini terkait promosi wisata yang sudah disepakati bersama. Yang paling penting adalah bagaimana semua potensi itu bisa tereksplor melalui kesempatan promosi di Hotel Borobudur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, baik Ternate maupun Tidore akan membagi porsi promosi sesuai dengan keunggulan masing-masing, mulai dari potensi alam, budaya, kuliner, hingga investasi. Namun, yang menjadi penekanan utama adalah kolaborasi kedua daerah.
“Tidak ada istilah Ternate maju sendiri dan Tidore di belakang. Kita ingin maju bersama. Ini soal memperkuat kebersamaan untuk mendorong ekonomi daerah,” katanya.
Tauhid menambahkan, potensi unggulan Ternate yang akan ditawarkan meliputi sektor sejarah, budaya, kuliner, UMKM, hingga peluang investasi. Sementara Tidore akan memperkuat sektor maritimnya sehingga keduanya dapat dipadukan menjadi satu paket promosi terpadu.
Ia juga menegaskan bahwa target dari kerja sama tersebut adalah menarik investor, mengingat jaringan Hotel Borobudur telah menjangkau pasar nasional hingga internasional.
“Kita berharap tidak hanya kegiatan satu kali, tetapi berulang. Harapannya ada investor yang datang, terutama di bidang pariwisata, maritim, jasa, maupun perdagangan,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah keterbatasan fiskal.
“Potensi kita sebenarnya besar, baik sejarah maupun maritim, tetapi belum terekspos luas. Melalui kegiatan di Borobudur ini, kita ingin memperkenalkan Ternate dan Tidore ke luar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah potensi unggulan Tidore yang akan dipromosikan antara lain Pulau Maitara, Pulau Mare, Pulau Woda, hingga kawasan Filonga, termasuk wisata lumba-lumba yang menjadi daya tarik tersendiri.
Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari program promosi daerah yang rutin dilaksanakan oleh Hotel Borobudur.
“Dalam program ini, Ternate dan Tidore akan tampil bersama mempromosikan kekayaan budaya, kuliner, dan peluang investasi sebagai satu kesatuan potensi aglomerasi,” ujarnya.
Menurutnya, konsep yang diusung bukan persaingan, melainkan kolaborasi antar daerah untuk memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
“Targetnya bukan sekadar seremoni, tetapi berkelanjutan. Akan ada diskusi kebijakan, pertemuan dengan tokoh Maluku Utara di perantauan, hingga paparan peluang investasi kepada calon investor dan kementerian,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan promosi difasilitasi oleh Hotel Borobudur tanpa menggunakan anggaran daerah atau zero APBD, sebagai bentuk kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan sektor swasta. (*)






