NarasiTimur
Beranda Peristiwa Tiga Warga Nyaris Diserang OTK Bersenjata Busur di Kebun Weda Timur

Tiga Warga Nyaris Diserang OTK Bersenjata Busur di Kebun Weda Timur

Pengecekan anggota di lokasi kejadian (Istimewa)

Narasitimur – Tiga warga yang sedang beraktivitas di kawasan perkebunan Dusun III, Desa Mesa, Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, nyaris menjadi sasaran penyerangan orang tak dikenal (OTK), Rabu (30/9/2026) sore.

Ketiganya, Erdi Cino (58), Saul Tukur (57), dan Jansen Cino (36), diduga berhadapan langsung dengan seorang pria yang muncul dari arah hutan saat mereka berada di kebun sekitar pukul 17.00 WIT.

Jansen yang pertama kali melihat pria tersebut kemudian memberi tahu Erdi dan Saul. Berdasarkan keterangan warga, pria itu memiliki ciri-ciri tidak mengenakan pakaian, menggunakan kain merah sebagai ikat kepala, kain cokelat sebagai penutup tubuh bagian bawah, serta rambut panjang sebahu.

Situasi berubah mencekam ketika pria tersebut diduga bergerak mendekati ketiga warga sambil membawa busur dan anak panah. Saul kemudian berteriak. Teriakan itu membuat pria tersebut berbalik dan melarikan diri ke arah hutan.

Ketiga warga pun memilih meninggalkan kebun dan kembali ke kampung untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa, serta anggota Pos Polisi Weda Timur. Polisi bersama pemerintah desa kemudian melakukan pengecekan ke lokasi pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIT.

Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan empat benda yang diduga ranjau sederhana berbahan sejenis bambu di sekitar lokasi.

Selain temuan tersebut, warga juga melaporkan kehilangan dua parang serta satu tas yang berisi telepon seluler.

Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto mengatakan polisi telah melakukan pemeriksaan lokasi kejadian, mengumpulkan barang bukti, mencari jejak pelaku, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Polisi juga masih mendalami identitas OTK tersebut dan kemungkinan keterkaitannya dengan kelompok, yang sebelumnya menjadi perhatian dalam penyelidikan kasus meninggalnya Ali Daud di kawasan hutan Halmahera.

Namun, Kapolres menegaskan keterkaitan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menjadi bagian dari penyelidikan.

“Kami mengimbau masyarakat jangan terpancing atau terprovokasi atas kejadian tersebut. Bila ada kejadian serupa, segera melaporkan ke Kepolisian terdekat,” tegas Fiat.

Polda Maluku Utara juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Warga yang memiliki aktivitas di kawasan perkebunan diminta meningkatkan kewaspadaan dan untuk sementara menghindari pergi ke kebun seorang diri.

Polisi bersama pemerintah desa akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah terjadinya kejadian serupa.

Masyarakat yang mengetahui keberadaan atau memiliki informasi mengenai OTK tersebut, diminta segera melapor kepada aparat dan tidak mengambil tindakan sendiri. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan