Jarak Pandang Terbatas, Tujuh Layanan Penerbangan di Ternate Dibatalkan
Narasitimur — Gangguan penerbangan terjadi di Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara, Selasa (13/10/2026), di tengah kondisi jarak pandang yang terbatas akibat sebaran asap. Sejumlah penerbangan dibatalkan, sementara satu layanan Lion Air dilaporkan kembali ke Bandara Juanda, Surabaya (return to base atau RTB).
Pantauan narasitimur.id pada Selasa sore mendapati tidak adanya aktivitas penerbangan di bandara. Kondisi ini sejalan dengan laporan resmi BLU UPBU Sultan Babullah Ternate pukul 14.30 WIT yang mencatat jarak pandang 2 kilometer. Meski berstatus open atau tetap beroperasi, belum ada pesawat yang berangkat maupun tiba pada saat laporan diterbitkan.
Berdasarkan laporan monitoring penerbangan terjadwal pada pukul 06.00 hingga 18.30 WIT, sejumlah layanan mengalami pembatalan. Penerbangan yang tercatat dibatalkan meliputi Garuda Indonesia GA-648/GA-649 rute Jakarta–Ternate–Jakarta; Lion Air JT-896/JT-897 rute Makassar–Ternate–Makassar; Batik Air ID-6140/ID-6141 rute Jakarta–Ternate–Jakarta; Sriwijaya Air SJ-693/SJ-699 dan SJ-698/SJ-692; TransNusa 8B296 rute Manado–Ternate–Manado; serta Wings Air IW-1181/IW-1180 dan IW-1173/IW-1174.
Sementara itu, Lion Air JT-868/JT-869 rute Surabaya–Ternate–Surabaya dilaporkan mengalami return to base ke Bandara Juanda, Surabaya.
Pada hari sebelumnya, Senin (12/10/2026), Kepala Bandara Sultan Babullah Ternate, Sigit Budiarto, mengatakan sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan. Bahkan, beberapa pesawat dialihkan ke bandara lain karena tidak dapat mendarat pada pagi hari.
“Untuk sementara seluruh maskapai delay. Sementara ada yang terbang ke bandara lain karena tidak bisa landing pagi,” ujar Sigit kepada Narasitimur.id.
Gangguan penerbangan ini terjadi di tengah sebaran kabut asap yang menyelimuti Ternate. Berdasarkan analisis BMKG terhadap angin pada lapisan 3.000 kaki, 12 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB, angin dominan dari tenggara berpotensi membawa asap ke wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Asap diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Halmahera dan daerah sekitarnya, termasuk Papua bagian selatan. BMKG memperkirakan asap berpotensi bertahan selama beberapa hari ke depan, bergantung pada perkembangan kebakaran, arah angin, dan kondisi hujan.
Pihak bandara mengimbau penumpang tetap tenang dan memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai masing-masing. Penumpang juga diminta menghubungi maskapai untuk mengetahui perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengaturan penerbangan lanjutan.
Pihak bandara menyatakan pemantauan jarak pandang dan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan. (*)






