Kericuhan Domato-Dehe, Bupati Halbar Hentikan Sementara Pertandingan Sepak Bola
Narasitimur – Kericuhan yang terjadi setelah pertandingan sepak bola antara Desa Domato dan Desa Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan, berbuntut pada penghentian sementara seluruh kegiatan pertandingan sepak bola di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).
Kericuhan tersebut terjadi di Desa Tuguraci, Kecamatan Jailolo Selatan, pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 16.56 WIT. Peristiwa itu mendorong Pemerintah Kabupaten Halbar, mengambil langkah pencegahan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bupati Halbar James Uang mengatakan, pihaknya akan meminta Polres Halbar untuk sementara tidak memberikan izin pelaksanaan pertandingan sepak bola di wilayah tersebut.
“Makanya saya nanti minta kepada pihak Polres untuk sementara tidak mengizinkan adanya pertandingan sepak bola di Halmahera Barat,” kata James, Rabu (23/9/2026).
Sebagai Ketua KONI Halbar, James juga menginstruksikan penghentian sementara seluruh kegiatan perlombaan sepak bola di daerah itu.
Menurutnya, pertandingan masih dapat dipertimbangkan apabila dilaksanakan di lokasi yang memiliki pengamanan memadai, seperti markas TNI.
“Kecuali kalau dibuat di Kompi atau markas Tentara, itu bisa dimungkinkan. Tapi di luar itu, saya juga sebagai Ketua KONI Halmahera Barat menginstruksikan untuk sementara tidak ada lagi kegiatan perlombaan sepak bola, di Kabupaten Halmahera Barat,” tegasnya.
James mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi agar kericuhan serupa tidak kembali terjadi dan meluas ke persoalan antarmasyarakat.
Ia juga meminta masyarakat Desa Domato dan Desa Dehe tidak memperpanjang persoalan pascakericuhan. Kedua pihak diminta kembali membangun hubungan persaudaraan dan menjaga keamanan lingkungan.
“Saya mengimbau kepada dua desa itu, bangunlah persatuan, bangunlah persaudaraan dalam menciptakan situasi yang aman. Karena kalau keamanan di desa terganggu, pasti berdampak pada Halmahera Barat dan juga Maluku Utara,” ujarnya.
Menurut James, stabilitas keamanan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan pembangunan daerah. Gangguan keamanan, kata dia, juga dapat memengaruhi citra Halbar di mata masyarakat luar.
“Kita dicitrakan tidak bagus kalau stabilitas keamanan terganggu di Halmahera Barat. Kalau daerah ini tidak aman, tentu kesannya tidak baik,” katanya.
Ia menegaskan keamanan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Pemerintah, menurutnya, akan kesulitan menjalankan pembangunan apabila kondisi keamanan tidak terjaga.
“Oleh karena itu, kita harus betul-betul menjaga situasi keamanan yang baik. Karena kita punya visi utama Halmahera Barat, yaitu menciptakan daerah yang aman. Itu yang utama. Kalau tidak aman, kita tidak bisa membangun segala hal dan yang dirugikan adalah seluruh masyarakat Halmahera Barat,” tegas James.
James kembali mengajak masyarakat Domato dan Dehe mengakhiri ketegangan, serta memperkuat kembali hubungan sosial kedua desa.
“Sekali lagi kepada masyarakat Dehe dan Domato, marilah kita bangun persaudaraan yang baik. Mari kita bangun bersama-sama demi kelanjutan masa depan Halmahera Barat, termasuk masyarakat Dehe dan Domato,” ujarnya.
Sementara terkait penanganan kericuhan, James mengatakan Pemkab Halbar siap memfasilitasi komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat. Namun, upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak akan mengesampingkan proses hukum yang sedang berjalan.
“Ya, itu harus dituntaskan. Kita boleh bantu pembicaraan, tetapi prosesnya tetap berjalan secara hukum,” pungkasnya. (*)






