Anggaran Terbatas, Pemkot Ternate Seleksi Ketat Program OPD di APBD 2027
Narasitimur — Pemkot Ternate akan memperketat seleksi program dan kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyusunan APBD 2027. Kegiatan yang dinilai tumpang tindih atau tidak sesuai dengan rencana kerja dan visi-misi pemerintah daerah bakal dipangkas.
Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, mengatakan langkah tersebut dilakukan agar anggaran yang terbatas diarahkan pada program yang benar-benar menjadi prioritas.
“Mana yang memang urgen, mana yang betul-betul harus diutamakan, itu yang diutamakan,” kata Thamrin.
Ia menegaskan program yang dinilai doubling atau tidak sesuai dengan Renja maupun visi-misi pemerintah daerah akan dipangkas.
“Kalau kegiatan itu doubling atau tidak sesuai dengan Renja dan visi-misi Pemerintah Kota Ternate, kami akan memangkas,” tegasnya.
Menurut Thamrin, pengetatan dilakukan karena kondisi keuangan daerah masih terbatas. Bappelitbangda dalam waktu dekat akan memanggil seluruh perencana dan Kepala Subbagian Perencanaan OPD untuk mengevaluasi kembali program yang menjadi prioritas.
Sektor infrastruktur menjadi salah satu perhatian. Keterbatasan pembiayaan dalam dua tahun terakhir membuat sejumlah kebutuhan belum tertangani secara maksimal.
“Masih ada ruas jalan yang rusak, jembatan dan talud yang patah, serta dampak bencana yang perlu ditangani,” ujarnya.
Pemkot Ternate menargetkan penyampaian APBD Induk 2027 pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026. Penyusunan masih menunggu kepastian Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat serta menyesuaikan kemampuan pendapatan daerah.
Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Ternate memperkirakan berada di kisaran Rp150 miliar hingga Rp170 miliar.
Dengan kondisi fiskal tersebut, penyusunan APBD 2027 diarahkan pada program yang mendesak dan sesuai prioritas pembangunan daerah. (*)





