Kebakaran Terjadi di Morotai Tiga Hari Berturut-turut, Warga Diminta Stop Bakar Sampah
Narasitimur – Kebiasaan membakar sampah dan rumput di kebun maupun pekarangan rumah diminta dihentikan total di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Imbauan ini disampaikan menyusul kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Morotai dalam tiga hari terakhir.
Kasat Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, meminta masyarakat tidak lagi membakar sampah, rumput maupun material lainnya yang berpotensi memicu kebakaran.
Akri mengatakan, kondisi kebakaran yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah titik membuat petugas kewalahan. Persoalan semakin berat karena armada pemadam kebakaran yang dimiliki pemerintah daerah masih terbatas.
“Dalam tiga hari terakhir ini Pulau Morotai terus dihantam kebakaran. Jadi saya mohon kepada masyarakat dan seluruh pihak untuk hentikan secara total bakar sampah, bakar rumput di kebun dan pekarangan rumah,” kata Akri, Sabtu (3/10/2026).
Menurut dia, keterbatasan armada membuat petugas tidak mampu menjangkau seluruh lokasi kebakaran yang dilaporkan masyarakat.
Dalam sehari, kata Akri, petugas hanya mampu melakukan pemadaman di sekitar enam titik. Sementara sejumlah lokasi lainnya belum dapat ditangani karena keterbatasan mobil pemadam.
“Dengan keterbatasan mobil kebakaran, dalam satu hari ini kami hanya mampu padamkan api enam titik. Sementara di Desa Wayabula, SP-3, Desa Morodadi, Desa Nakamura dan Desa Sabatai Baru itu kami tidak bisa padamkan,” ujarnya.
Akri mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas membakar sampah maupun rumput. Di tengah kondisi kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah Morotai, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas dan menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.
Ia meminta masyarakat memilih cara lain untuk mengelola sampah dan membersihkan lahan tanpa menggunakan api, setidaknya selama kondisi kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah Morotai.
“Stop total bakar sampah dan rumput. Jangan sampai aktivitas kecil justru memicu kebakaran yang lebih besar,” tegasnya. (*)





