NarasiTimur
Beranda Ekonomi BI Dorong Produksi Bawang Merah Lokal, Haltim Siapkan 8 Lokasi Baru

BI Dorong Produksi Bawang Merah Lokal, Haltim Siapkan 8 Lokasi Baru

Panen Bawang di Haltim (Tim)

Narasitimur – Ketergantungan pasokan bawang merah dari luar daerah menjadi salah satu tantangan pengendalian inflasi di Maluku Utara. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara kini mendorong peningkatan produksi lokal melalui pengembangan bawang merah varietas Bima Brebes di Kabupaten Halmahera Timur.

Upaya itu ditandai dengan panen perdana di lahan percontohan (demplot) seluas satu hektare yang dikelola Kelompok Tani Sumber Rejeki di Desa Tutuling Jaya, Kamis (8/10/2026).

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan pengembangan bawang merah menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

“ Kebutuhan bawang merah di Maluku Utara cukup tinggi, sementara saat ini pasokannya masih banyak berasal dari luar daerah. Karena itu, kita perlu mendorong peningkatan produksi sendiri,” ujar Handi.

Menurut dia, bawang merah merupakan salah satu komoditas pangan yang harganya bergejolak. Karena itu, peningkatan produksi lokal perlu diikuti penguatan distribusi dan rantai pasok agar berdampak terhadap ketersediaan barang serta stabilitas harga.

Demplot bawang merah varietas Bima Brebes di Tutuling Jaya mulai dikembangkan pada awal Agustus 2026. Hasil panen perdana ini akan dievaluasi untuk mengukur peluang pengembangan dan replikasi di wilayah lain.

BI juga mendorong pengembangan komoditas pertanian strategis di sejumlah daerah, termasuk Halmahera Selatan dan Tidore Kepulauan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, menyatakan pemerintah daerah berencana memperluas pengembangan bawang merah dengan menyiapkan delapan lokasi demplot pada 2027.

Rencana tersebut telah dimintanya untuk dimasukkan dalam pembahasan APBD 2027 melalui Dinas Pertanian. Delapan lokasi itu direncanakan terbagi di zona Maba dan Wasile, masing-masing empat lokasi.

“Kita ingin berkolaborasi agar salah satu indikator inflasi, khususnya bawang merah, bisa ditekan. Dengan begitu, jumlah petani bawang merah di Halmahera Timur juga dapat meningkat,” kata Ricky.

Namun, perluasan program tersebut membutuhkan pendampingan berkelanjutan, mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga pascapanen. Pemerintah daerah juga akan mendorong kolaborasi dengan BI untuk memperkuat peran fasilitator dan penyuluh pertanian.

Ricky meminta Kelompok Tani Sumber Rejeki dan masyarakat Tutuling Jaya tidak menjadikan panen perdana sebagai akhir program. Menurutnya, pengembangan bawang merah harus berlanjut agar memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan masyarakat.

Ia juga berencana melaporkan perkembangan program kepada Bupati Halmahera Timur serta berkomunikasi lebih lanjut dengan BI untuk membahas penguatan sinergi pengembangan komoditas pertanian strategis.

Keberhasilan program ini akan bergantung pada keberlanjutan produksi, pendampingan petani, serta kemampuan memperluas budidaya hingga menghasilkan pasokan yang konsisten. Panen perdana menjadi langkah awal, sementara kontribusinya terhadap pengendalian inflasi masih perlu dibuktikan melalui peningkatan produksi dan pasokan lokal.

Panen tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Halmahera Timur Muhammad Abdullah, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Rustam Ali, Bhabinkamtibmas Desa Tutuling Jaya Stenly, Babinsa Desa Tutuling Jaya Hartono, Ketua Pondok Pesantren Ibadurrahman Ustaz Ratimin, serta Kepala Desa Tutuling Jaya Wagito. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan