Sandiaga Uno Dorong IKB Makayoa Bersatu Keluar dari Zona Seremonial
Narasitimur – Ikatan Keluarga Besar Makayoa Bersatu (IKB Makayoa Bersatu) didorong untuk memperluas peran organisasi, tidak hanya menjadi wadah silaturahmi masyarakat Makayoa, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Pesan itu disampaikan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, saat menghadiri peluncuran Festival Kuliner dan Seni Budaya Makeang Kayoa, Minggu (11/10/2026).
Peluncuran festival tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan IKB Makayoa Bersatu menjelang pelantikan pengurus yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Di hadapan keluarga besar Makayoa, Sandiaga menyampaikan harapannya agar organisasi yang kini dipimpin Saleh Muhammad itu mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan bangsa.
Pesan tersebut menjadi tantangan bagi IKB Makayoa Bersatu untuk menerjemahkan semangat kebersamaan menjadi kerja nyata. Sebab, kekuatan organisasi kemasyarakatan tidak hanya terletak pada kemampuan menghimpun anggotanya, tetapi juga pada kontribusi yang bisa dirasakan masyarakat luas.
Saleh Muhammad dan Arah Baru Organisasi
Di bawah kepemimpinan Saleh Muhammad, IKB Makayoa Bersatu memasuki fase penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah gerak ke depan.
Saleh merupakan prajurit Kopassus TNI AD yang juga pernah dipercaya menjadi ajudan Gubernur DKI Jakarta. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya sebelum mengemban amanah memimpin organisasi keluarga besar Makayoa.
Kepemimpinan organisasi kemasyarakatan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menghimpun anggota. Diperlukan pula kemampuan membangun solidaritas, merawat persatuan, dan merumuskan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, harapan yang disampaikan Sandiaga menjadi relevan dengan agenda penguatan organisasi IKB Makayoa Bersatu. Tantangannya adalah memastikan kebersamaan yang terbangun tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan yang memberikan manfaat.
Festival Kuliner dan Budaya Jadi Langkah Awal
Peluncuran Festival Kuliner dan Seni Budaya Makeang Kayoa menjadi salah satu langkah awal IKB Makayoa Bersatu dalam mengangkat identitas daerah melalui kekayaan kuliner dan tradisi budaya.
Festival ini sekaligus membuka ruang bagi masyarakat Makayoa, untuk memperkenalkan warisan budaya kepada publik yang lebih luas. Kuliner dan seni budaya tidak hanya menjadi penanda identitas, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi dan daya tarik daerah.
Meski demikian, keberlanjutan kegiatan akan menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Festival perlu diikuti langkah-langkah yang mampu menjaga tradisi, memperluas partisipasi generasi muda, serta membuka peluang bagi pelaku usaha dan komunitas budaya.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berkumpul keluarga besar Makayoa, tetapi juga pintu masuk bagi program organisasi yang lebih berkelanjutan.
Menanti Program Nyata Setelah Pelantikan
Rangkaian kegiatan IKB Makayoa Bersatu akan berlanjut dengan pelantikan pengurus pada November mendatang. Agenda tersebut menjadi momentum resmi bagi kepengurusan Saleh Muhammad untuk memulai kerja organisasi.
Setelah pelantikan, publik akan menanti bagaimana pesan Sandiaga diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan konkret. Penguatan solidaritas internal, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi, hingga kontribusi sosial dapat menjadi ruang bagi organisasi untuk menunjukkan perannya.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan IKB Makayoa Bersatu bukan semata-mata besarnya kegiatan atau banyaknya anggota yang berhimpun, melainkan sejauh mana organisasi mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat Makayoa dan mengambil bagian dalam kemajuan Indonesia. (*)






