Kabut Asap Karhutla di Morotai Mulai Menipis, Warga Berharap Hujan Segera Turun
Narasitimur – Kondisi cuaca di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mulai membaik setelah hampir sebulan diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski intensitas kabut asap mulai berkurang, warga masih berharap hujan segera turun untuk memulihkan kondisi lingkungan.
Pantauan pada Kamis (15/10/2026), kabut asap yang sebelumnya menyelimuti pusat Kota Daruba sejak Senin (22/9/2026) mulai berkurang. Aktivitas masyarakat pun berangsur normal, termasuk kegiatan belajar-mengajar di sekolah, yang kembali berlangsung secara langsung sejak Senin (12/10/2026).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai meliburkan sekolah hingga 10 Oktober 2026, sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat.
Seorang warga, Sarjo, mengatakan kondisi udara saat ini mulai membaik. Anak-anak yang sebelumnya harus belajar dari rumah, kini sudah kembali bersekolah seperti biasa.
“Alhamdulillah, kabut asap di Morotai ini sudah mendingan. Torang pe anak-anak SMP, TK, SD sudah mulai sekolah seperti biasa. Sebelumnya libur gara-gara kabut asap,” ujarnya.
Meski demikian, Sarjo mengaku masih khawatir terhadap dampak sisa kabut asap, terutama bagi kesehatan anak-anak. Ia tetap meminta anaknya menggunakan masker, saat beraktivitas di luar rumah meskipun kondisi udara mulai membaik.
“Iya, saya tetap suruh anak saya pakai masker walaupun kabut asap so berkurang,” katanya.
Di tengah kondisi yang mulai membaik, warga berharap hujan segera mengguyur Morotai dan wilayah Maluku Utara lainnya. Hujan dinilai penting untuk membantu meredakan kondisi kering yang memperparah kebakaran, serta memulihkan lingkungan yang terdampak.
Sarjo mengungkapkan, kemarau berkepanjangan tidak hanya memicu kebakaran dan kabut asap, tetapi juga berdampak pada tanaman perkebunan milik warga, termasuk pala dan cengkeh yang mulai mengering hingga mati.
“Kami masyarakat berharap hujan datang di Morotai, bahkan Maluku Utara, supaya kabut asap ini bisa hilang. Ini tong pe pohon pala dan cengkeh me so mati,” pungkasnya. (*)






