ISEF 2026, BI Malut Bawa UMKM Lokal Tembus Panggung Nasional hingga Internasional
Narasitimur – Produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Maluku Utara mendapat kesempatan memperluas pasar melalui ajang The 13th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta. Lewat fasilitasi Bank Indonesia (BI) Maluku Utara, produk kuliner hingga fesyen lokal diperkenalkan dalam pameran dan kompetisi yang membuka peluang menembus pasar global.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan melalui inovasi, kolaborasi, dan transformasi digital.
ISEF ke-13 resmi dibuka pada 14 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, ISEF 2026 menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat industri halal, memperdalam pasar keuangan syariah, mengoptimalkan keuangan sosial syariah, serta memperluas inklusi melalui transformasi digital.
Dengan semangat “Kebaikan untuk Semua”, penyelenggaraan tahun ini kembali melibatkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
Kagounga Masuk 10 Besar UMKM IKRA
Salah satu capaian yang menonjol dari partisipasi Maluku Utara adalah keberhasilan Kagounga menembus 10 besar UMKM IKRA 2026 setelah melalui proses seleksi oleh Islamic Chef & Culinary of Indonesia (ICCI).
Pencapaian tersebut mengantarkan Kagounga mengikuti kompetisi Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) pada kategori Produk UMKM IKRA. Dalam kompetisi itu, Kagounga mempresentasikan produknya melalui video dan pemaparan langsung di hadapan lebih dari 10 juri internasional dari berbagai negara.
Kagounga juga dijadwalkan menjadi narasumber dalam talkshow IN2HCC bertajuk “Optimalisasi Produk dan Pasar Kuliner Halal Berbasis Inovasi”.
Keikutsertaan ini membuka ruang bagi produk lokal Maluku Utara untuk memperoleh eksposur lebih luas, sekaligus memperkuat posisi kuliner daerah dalam industri halal nasional dan internasional.
Selain Kagounga yang memperkenalkan produk popeda instan, UMKM Ne Gam Macahaya turut meramaikan Exhibition Halal Food Business-to-Consumer (B2C) dengan produk olahan teh, yang dipadukan dengan rempah-rempah khas Ternate.
Keduanya merupakan UMKM unggulan Maluku Utara yang lolos kurasi sebagai anggota IKRA tahun 2026 dan difasilitasi BI Maluku Utara, untuk mempromosikan produk mereka dalam ajang tersebut.
Cokelat Lokal Didorong Menjangkau Pasar Ekspor
Peluang memperluas pasar juga terbuka bagi produk Cokelat Sulamina dari PT Bumi Enterprises. Produk ini dihadirkan BI Maluku Utara dalam kegiatan GEMA HALAL–Halal Mart dan JAWARA EKSPOR.
Cokelat Sulamina ditampilkan melalui kegiatan showcasing produk halal unggulan, yang telah melalui proses kurasi dan dinilai memiliki potensi untuk menembus pasar ekspor.
Keterlibatan produk tersebut menunjukkan upaya mendorong UMKM Maluku Utara agar tidak hanya bertumpu pada pasar lokal, tetapi juga mampu memperluas jangkauan pemasaran melalui jejaring bisnis dan promosi di tingkat nasional.
Kain Tidore Tampil di Panggung Modest Fashion
Tak hanya sektor kuliner, potensi fesyen lokal juga mendapat panggung melalui Putadino Kayangan, yang berpartisipasi dalam booth exhibition IN2MOTIONFEST x JMFW.
Putadino Kayangan menghadirkan karya penenun Kota Tidore Kepulauan dengan mengangkat pemanfaatan limbah alam, dan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari pengembangan produk fesyen.
Menariknya, Putadino Kayangan juga terpilih untuk menampilkan karya unggulannya, dalam parade fashion show IN2MOTIONFEST x JMFW.
Kesempatan tersebut menjadi pintu bagi produk fesyen berbasis kearifan lokal Tidore untuk memperluas eksposur, menjangkau konsumen yang lebih luas, serta menjajaki kemitraan strategis melalui agenda Business Matching.
BI Malut Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah
Di luar promosi produk UMKM, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara turut mengambil bagian dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah, melalui pemberdayaan pesantren dan koordinasi antarlembaga.
BI Maluku Utara melibatkan Dewan Pengurus Wilayah Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Maluku Utara dan perwakilan Pesantren Digital Maluku Utara dalam kegiatan Silaturahmi Pesantren dan Forum Bisnis Pesantren.
Kegiatan tersebut diharapkan memperluas jejaring kemitraan, mendorong kolaborasi antar-pesantren, serta membuka peluang pengembangan usaha pesantren yang mandiri dan berkelanjutan.
BI Maluku Utara juga bersinergi dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Maluku Utara dalam Forum Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) Pusat dan Daerah. Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam pengembangan ekonomi serta keuangan syariah di daerah.
Pada tingkat nasional, BI meluncurkan tiga program unggulan dalam ISEF 2026, yakni Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC) untuk memperkuat integritas dan efisiensi pasar keuangan syariah, pembaruan Zakat Core Principles (ZCP) dengan penambahan dimensi manajemen risiko, serta program beasiswa internasional yang memanfaatkan dana sosial syariah.
Ketiga program tersebut diarahkan untuk memperkuat pasar keuangan syariah, meningkatkan tata kelola zakat, dan mendukung pengembangan sumber daya manusia.
Melalui rangkaian kegiatan ISEF 2026, penguatan ekonomi syariah diharapkan semakin berdampak pada pengembangan usaha lokal, kemandirian ekonomi pesantren, dan peningkatan daya saing produk unggulan daerah.
Masyarakat dapat mengunjungi pameran ISEF 2026 secara langsung di JICC, Jakarta, atau mengakses informasi melalui laman resmi https://isef.co.id/.
Partisipasi UMKM Maluku Utara dalam ajang ini menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan produk lokal kepada pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat langkah menuju ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global. (*)






