NarasiTimur
Beranda Peristiwa Remaja 17 Tahun di Morotai Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Periksa TKP

Remaja 17 Tahun di Morotai Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Periksa TKP

Polisi olah TKP (Istimewa)

Narasitimur – Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun asal Desa Pilowo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Kamis (22/10/2026) malam.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun kepolisian, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 18.50 WIT. Saat itu, seorang saksi baru kembali ke rumah setelah berkunjung ke rumah tetangga. Ketika memeriksa keadaan korban, saksi mendapati korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Saksi kemudian meminta bantuan anggota keluarga untuk memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 23.20 WIT, laporan mengenai peristiwa tersebut diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pulau Morotai di Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan.

Menindaklanjuti laporan itu, personel piket SPKT bersama piket fungsi dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Pulau Morotai mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), olah TKP, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Petugas juga melakukan dokumentasi dan pencatatan terhadap temuan awal guna mendukung proses penanganan lebih lanjut.

Hingga laporan awal disusun, penyebab pasti peristiwa tersebut belum diketahui. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian itu, dan tidak menghendaki dilakukannya autopsi terhadap jenazah korban.

Kapolres Pulau Morotai, AKBP Dedi Wijayanto, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta tidak membagikan foto atau konten yang dapat mengganggu privasi dan melukai perasaan keluarga.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar, terutama mereka yang sedang menghadapi persoalan atau tekanan berat.

Dukungan, komunikasi yang terbuka, serta kepedulian terhadap kondisi orang-orang di sekitar dinilai penting dalam membangun lingkungan, yang aman dan suportif.

Masyarakat diharapkan memberikan dukungan secara tepat kepada mereka yang mengalami kesulitan, serta membantu menghubungkan mereka dengan keluarga, tenaga profesional, atau layanan bantuan yang sesuai. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan