NarasiTimur
Beranda Publik Geopark Ternate Petakan 12 Isu Strategis, Perlindungan Batu Angus Jadi Perhatian

Geopark Ternate Petakan 12 Isu Strategis, Perlindungan Batu Angus Jadi Perhatian

Ketua Badan Pengelola Geopark Ternate, Thamrin Marsaoly (Istimewa)

Narasitimur – Badan Pengelola Geopark Ternate memetakan 12 isu strategis yang menjadi perhatian dalam pengembangan Geopark Ternate, Maluku Utara. Salah satu isu utama yang disoroti adalah perlindungan warisan vulkanik Gunung Gamalama dan Batu Angus dari ancaman kerusakan lingkungan serta aktivitas penambangan material.

Pemetaan tersebut dipaparkan Ketua Badan Pengelola Geopark Ternate, Thamrin Marsaoly, dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor terkait Pemetaan Isu Strategis, Permasalahan, dan Arah Pengembangan Geopark Ternate di Bogor, Rabu (28/10/2026).

Dalam pemaparannya, Thamrin mengungkapkan bahwa perlindungan kawasan warisan geologi atau geoheritage belum optimal. Selain tekanan pemanfaatan ruang dan ekspansi permukiman, aktivitas penambangan material juga menjadi ancaman terhadap kelestarian geosite.

Sebagai tindak lanjut, diperlukan sinkronisasi rencana tata ruang, penetapan batas dan zonasi perlindungan geoheritage, inventarisasi kondisi geologi, serta pemantauan perubahan kawasan. Pengendalian aktivitas yang berpotensi merusak warisan geologi juga menjadi bagian dari arah penanganan yang diusulkan.

Selain konservasi Batu Angus dan Gamalama, terdapat 11 isu lain yang masuk dalam pemetaan, meliputi mitigasi risiko multi-bencana, pengelolaan sampah laut dan pencemaran pesisir, aksesibilitas antarpulau, serta konservasi keanekaragaman hayati.

Pemetaan tersebut juga mencakup pelestarian warisan budaya dan sejarah rempah, penyediaan sarana edukasi dan riset, peningkatan fasilitas penunjang geowisata, pemberdayaan ekonomi lokal, ketersediaan air bersih dan energi terbarukan, promosi Geopark Ternate, serta penguatan tata kelola pariwisata berkelanjutan.

Dalam aspek konektivitas, dokumen itu menyoroti belum meratanya infrastruktur transportasi laut, dermaga penyeberangan, dan simpul transportasi yang menghubungkan Pulau Ternate dengan Pulau Hiri.

Sementara itu, pada sektor lingkungan, tingginya timbulan sampah di pesisir dan perairan serta terbatasnya sarana pengangkutan dan pengolahan sampah dinilai membutuhkan penanganan terpadu.

Di sektor ekonomi, pengembangan Geopark Ternate diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperkuat daya saing produk lokal, serta memperluas akses pembiayaan dan pemasaran.

Adapun dalam pengembangan pariwisata, diperlukan kajian daya dukung dan daya tampung geosite, standardisasi pengelolaan destinasi, serta pemantauan dampak kunjungan wisata agar aktivitas pariwisata tidak mengancam kelestarian warisan geologi.

Melalui pemetaan tersebut, Badan Pengelola Geopark Ternate mengarahkan pengembangan geopark tidak hanya pada promosi wisata, tetapi juga perlindungan warisan geologi, pelestarian budaya, penguatan mitigasi bencana, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dokumen tersebut memuat sejumlah indikasi aksi dan hasil yang diharapkan sebagai bahan koordinasi lintas sektor untuk mendukung pengembangan Geopark Ternate secara terpadu dan berkelanjutan. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan