Banjir dan Longsor Meluas di Halmahera Barat, Lima Kecamatan Terdampak
Narasitimur – Banjir dan tanah longsor melanda sedikitnya lima kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa sore hingga Rabu (7/1/2026) dini hari. Dampak bencana tersebut menyebabkan sejumlah akses utama terputus dan beberapa wilayah belum dapat dijangkau.
Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhamad, mengatakan hujan deras yang berlangsung cukup lama memicu banjir terparah di Kecamatan Ibu. Tiga desa terdampak cukup parah, yakni Desa Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, dan Desa Gamlamo, dengan ketinggian air mencapai sekitar tiga meter.
“Intensitas hujan yang cukup tinggi dan berdurasi lama menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa titik wilayah Halmahera Barat,” ujar Djufri saat meninjau lokasi banjir di Desa Gamomeng, Rabu (7/1).
Selain merendam permukiman warga, banjir juga berdampak pada infrastruktur dan layanan publik. Di Desa Tongute Ternate dan Tongute Ternate Asal, sekitar 80 persen rumah warga dilaporkan terendam banjir. Padamnya aliran listrik menyebabkan jaringan telekomunikasi terputus hingga pagi hari.
Tanah longsor terjadi di ruas jalan Gunung Batu–Gunung Cengkeh, Desa Ngalo-ngalo, yang mengakibatkan akses utama dari wilayah Ibu menuju Jailolo tidak dapat dilalui kendaraan. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Tabaru atau Ibu Utara, di mana longsor di ujung Desa Borona menutup badan jalan dan memutus akses ke sejumlah desa.
Banjir dan longsor turut dilaporkan terjadi di Kecamatan Ibu Selatan, Sahu Timur, Sahu, dan Loloda. Di beberapa titik, akses jalan terputus sehingga menyulitkan proses pendataan dan penanganan bencana.
Djufri menyebutkan, pemerintah daerah bersama BNPB, BPBD, TNI-Polri, serta unsur terkait lainnya terus melakukan penanganan darurat dan pendataan di lapangan. Namun, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum dapat dijangkau akibat keterbatasan akses.
“Kami terus berupaya melakukan penanganan dan pendataan. Masih ada beberapa titik yang belum terpantau karena akses jalan terputus,” katanya.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca masih berpeluang memburuk. (*)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




