DLH Ternate Dicecar Satgas Sampah soal Trans Depo, Armada Rusak, hingga Gaji Terlambat
Narasitimur – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mendapat sorotan tajam dari Satuan Tugas (Satgas) Sampah kecamatan dalam agenda Rabu Menyapa yang digelar di Benteng Oranje, Rabu (11/2/2026) sore.
Perwakilan Satgas Sampah dari berbagai kecamatan secara terbuka menyampaikan kritik, keluhan, hingga tuntutan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate yang dinilai belum maksimal merespons persoalan di lapangan.
Satgas Sampah Kecamatan Ternate Utara secara khusus menyoroti kondisi trans depo sampah di Kelurahan Tubo. Mereka mengeluhkan minimnya penerangan serta akses jalan yang rusak dan menyulitkan aktivitas pengangkutan sampah, terutama pada malam hari.
Selain persoalan fasilitas, Satgas lainnya juga menyampaikan keluhan serius terkait kesejahteraan pekerja. Mereka menuntut kejelasan jaminan kesehatan, mengingat pekerjaan sebagai buruh sampah memiliki risiko tinggi.
Masalah lain yang mencuat adalah gaji Satgas Sampah yang hanya berkisar Rp1,5 juta per bulan. Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan beban kerja, terlebih karena kerap terjadi pemotongan tidak langsung akibat biaya perbaikan armada Viar.
Menurut Satgas, armada yang sering rusak membuat mereka harus patungan biaya perbaikan, karena keterbatasan anggaran perawatan dari DLH. Kondisi ini menyebabkan pendapatan bersih yang diterima jauh lebih kecil dari nominal gaji yang seharusnya.
Keluhan lain yang disampaikan meliputi keterlambatan pembayaran gaji, minimnya uang operasional, serta kurangnya perhatian langsung dari pimpinan DLH terhadap kondisi kerja Satgas di lapangan.
“Kadis DLH sampai sekarang belum pernah ketemu. Torang selalu panggil untuk pertemuan tapi selalu tara baku dapa,” ujar salah satu perwakilan satgas.
Menanggapi kritik tersebut, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman yang hadir membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada Satgas Sampah dan mengakui masih adanya kekurangan dalam pelayanan pemerintah.
“Saya sangat berupaya memperhatikan kerja-kerja Satgas. Kalau ada pekerjaan lain yang lebih baik, saya yakin bapak-bapak sudah memilih pekerjaan itu. Tapi karena keterbatasan pilihan, pekerjaan ini tetap dijalani. Karena itu saya menyampaikan terima kasih atas kerja-kerja Satgas Sampah,” ujar Tauhid.
Tauhid menegaskan Pemkot akan memberi perhatian pada sarana pendukung, termasuk akses jalan dan penerangan menuju trans depo, khususnya di Tubo.
“Saya minta Kadis PU mengambil langkah perbaikan jalan masuk, terutama di Tubo. Penerangan jalan juga harus diperhatikan karena itu sangat menunjang kerja Satgas,” katanya.
Ia juga menginstruksikan camat dan lurah agar lebih serius memperhatikan Satgas Sampah di wilayah masing-masing.
“Kalau mereka tidak bekerja, itu mengganggu kita semua. Ini kerja yang sangat manusiawi dan menyangkut kepentingan seluruh warga,” tegasnya.
Terkait armada sampah, Wali Kota memerintahkan pendataan ulang kondisi kendaraan operasional, termasuk armada Viar di tingkat kecamatan, untuk mengetahui mana yang masih layak beroperasi dan mana yang perlu perbaikan.
Sementara kepada DLH, Tauhid meminta adanya peningkatan keseriusan dan sinergi dengan Satgas Sampah.
“Kerja armada besar DLH sangat bergantung pada Satgas di kelurahan. Kerja sama ini harus lebih terjalin dan lebih matching,” ujarnya.
Soal kesejahteraan dan kesehatan, Tauhid menyebut hal tersebut menjadi kewajiban pemerintah kota.
“Kebersihan kota sangat bergantung pada teman-teman Satgas. Saya mohon maaf jika dalam beberapa bulan terakhir pelayanan pemerintah kota belum maksimal,” tutupnya.
Pemkot Ternate memastikan ruang komunikasi tetap dibuka bagi Satgas Sampah untuk menyampaikan keluhan langsung kepada wali kota, sekretaris daerah, camat, lurah, maupun DLH. (*)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






