Warga Kalumpang Ternate Tolak Puskesmas Dijadikan Rumah Sakit
Narasitimur — Pemuda dan masyarakat Kelurahan Kalumpang, Kota Ternate, menolak rencana perubahan Puskesmas Kalumpang menjadi rumah sakit.
Penolakan itu disampaikan Ketua Pemuda Kalumpang, Malik Yamhu, saat diwawancarai pada Jumat (8/5/2026).
Menurut Malik, masyarakat memiliki sejumlah alasan sehingga menolak rencana tersebut, salah satunya terkait lokasi yang dinilai tidak memungkinkan.
“Kami masyarakat Kalumpang menolak hal ini karena punya beberapa alasan. Yang pertama soal lokasi yang tidak memungkinkan,” kata Malik.
Ia menilai Kota Ternate sudah memiliki cukup banyak rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Bhayangkara yang baru beroperasi.
Menurutnya, jika pemerintah ingin membangun rumah sakit baru, sebaiknya dilakukan di wilayah utara Pulau Ternate agar lebih memudahkan akses masyarakat.
“Kenapa harus Puskesmas Kalumpang yang dijadikan rumah sakit? Kenapa tidak dibangun saja di bagian utara, supaya akses masyarakat di pulau lebih mudah,” ujarnya.
Selain itu, Malik juga mengkhawatirkan kondisi parkiran dan akses jalan di sekitar lokasi yang dianggap tidak memadai, terutama dalam situasi darurat.
Ia menyebut kawasan sekitar puskesmas merupakan area yang ramai aktivitas sekolah sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan anak-anak.
“Di sekitar sini banyak anak sekolah. Torang tidak tahu kalau tiba-tiba anak sekolah keluar ke jalan sementara ambulans melaju cepat, lalu terjadi kecelakaan bagaimana,” katanya.
Malik juga menyoroti potensi dampak limbah rumah sakit terhadap lingkungan sekitar.
“Belum lagi soal pembuangan limbah saat jadi rumah sakit yang kita tidak tahu bisa terhirup oleh anak sekolah,” tambahnya.
Ia mengaku masyarakat dan pemuda Kalumpang juga telah melakukan rapat bersama sejumlah komisi di DPRD Kota Ternate terkait rencana tersebut.
Menurut Malik, sejumlah anggota DPRD juga disebut menyampaikan penolakan terhadap rencana perubahan puskesmas menjadi rumah sakit.
Malik mempertanyakan alasan pemerintah memilih Puskesmas Kalumpang sebagai lokasi rumah sakit, padahal menurutnya masih ada lokasi lain yang lebih layak.
“Masih banyak tempat yang layak dijadikan rumah sakit, seperti kantor kesehatan di Akehuda,” ujarnya.
Ia juga menyebut dalam waktu dekat pemerintah akan turun meninjau lokasi. Jika rencana tersebut tetap dilanjutkan, pihaknya mengaku akan mengerahkan pemuda dan masyarakat Kalumpang untuk melakukan aksi protes.
“Saya selaku ketua pemuda Kalumpang akan mengerahkan seluruh pemuda dan masyarakat untuk melakukan demonstrasi atau protes,” tegas Malik. (*)





