Paus Raksasa Terdampar di Ternate, Dievakuasi dan Dikubur
Narasitimur — Paus yang ditemukan mati terdampar di Pantai Kelurahan Afe Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (8/9/2026), akhirnya dievakuasi menggunakan excavator.
Bangkai paus tersebut kemudian dikuburkan di kawasan pesisir, hanya sekitar tiga meter dari titik awal paus ditemukan terdampar.
Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate, Nandi Naser, mengatakan sebelum dievakuasi, petugas melakukan pengukuran terhadap paus tersebut.
Hasil pengukuran sementara, panjang paus mencapai 10 meter dengan diameter sekitar 6,60 meter.
Namun, Nandi menyebut ukuran sebenarnya kemungkinan lebih dari 10 meter. Sebab, bagian ekor paus sudah dalam kondisi hancur sehingga tidak dapat diukur secara utuh.
“Kalau diukur itu bisa lebih dari 10 meter, tapi ekornya sudah hancur, jadinya hanya 10 meter. Petugas kami sudah ukur diameternya 6,60,” kata Nandi.
Setelah pengukuran selesai, proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan excavator. Bangkai paus kemudian digeser dari lokasi awal dan dikuburkan di pesisir yang berjarak sekitar tiga meter dari tempatnya terdampar.
Sebelumnya, paus tersebut pertama kali terlihat warga sejak sekitar pukul 05.00 WIT. Warga awalnya mengira benda yang terlihat di pesisir merupakan batang kayu.
Temuan itu kemudian mengundang perhatian warga. Anak-anak sekolah, ibu-ibu, warga sekitar hingga aparat berdatangan untuk melihat paus yang terdampar tersebut.
Babinsa Taduma, Serka Mursalim Buamona, mengatakan pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 06.50 WIT dan langsung menuju lokasi.
“Kami terima laporan jam 06.50, paus itu dilihat warga, ada ibu-ibu yang melihat dan kami langsung ke TKP,” ujarnya.
Lurah Afe Taduma, Nuncar Umagapi, mengatakan paus tersebut terdampar saat kondisi air laut masih naik. Ia memastikan paus tidak ditemukan dalam kondisi terjaring.
“Dari jam 5 subuh warga sudah lihat, dikira seperti batang kayu. Padahal itu paus. Pagi kan air laut masih naik, jadi dia terdampar. Dia terdampar, bukan terjaring, kondisinya daging sudah hancur,” katanya.
Dari ciri-ciri fisiknya, paus tersebut diduga merupakan jenis paus sperma. (*)






