Lima Siswa Morotai Siap Wakili Indonesia di Kompetisi Roket Internasional Malaysia
Narasitimur – Lima siswa SMA Negeri 1 Pulau Morotai, Maluku Utara, akan membawa nama Indonesia dalam ajang Malaysia Rocket CanSat Competition (MRCCI) yang berlangsung pada 8–10 September 2026 di Malaysia.
Kelima pelajar yang tergabung dalam Tim Roket Smansa itu akan bersaing dengan peserta dari berbagai institusi, termasuk tim dari tingkat perguruan tinggi.
Keikutsertaan mereka dalam kompetisi internasional tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Tim Roket Smansa terdiri dari lima siswa dan seorang guru pendamping.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, mengapresiasi keberhasilan para pelajar tersebut yang mampu menembus kompetisi sains dan teknologi tingkat internasional.
Menurutnya, capaian itu bukan hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Pulau Morotai dan Maluku Utara di tingkat internasional.
“Pemerintah daerah sangat mendukung dan memberikan support kepada adik-adik kita. Capaian mereka luar biasa karena mampu mengikuti ajang internasional. Kami sangat bangga atas prestasi mereka,” ujar Muhammad Umar Ali.
Kepala SMA Negeri 1 Pulau Morotai, Makdalena, mengatakan kelima siswa tersebut merupakan bagian dari Komunitas Roket Smansa yang selama beberapa tahun terakhir aktif melakukan riset dan pengembangan teknologi roket.
Mereka adalah Migdad Azhary Ode Idjan, Said Djulkadar, Rahada Aprilia Musa, Imanuel Mhrselb Farans Matantu, dan Reatu Gumilar R. Sula.
Menurut Makdalena, Tim Roket Smansa harus melalui sejumlah tahapan seleksi sebelum dinyatakan lolos untuk mengikuti MRCCI di Malaysia.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Roket Smansa akan berlaga pada kategori roket yang dirancang untuk mencapai ketinggian sekitar satu kilometer.
Persiapan menuju kompetisi internasional itu telah dilakukan sejak akhir 2025 melalui riset, pengembangan, dan pengujian teknologi roket.
“Kami menargetkan bisa meraih juara. Lawan yang dihadapi bukan hanya dari tingkat SMA, tetapi juga universitas,” katanya.
Salah satu anggota tim, Migdad Azhary Ode Idjan, mengatakan ketertarikannya terhadap teknologi roket dimulai sejak 2023. Bersama rekan-rekannya, ia kemudian melakukan riset dan pengembangan secara bertahap hingga memperoleh kesempatan tampil di kompetisi internasional.
Bagi mereka, keikutsertaan dalam MRCCI menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuan pelajar dari daerah dalam bidang sains dan teknologi.
“Kami berharap bisa memberikan yang terbaik dan membawa nama Indonesia, Maluku Utara, serta Morotai,” ujar Migdad.
Keberangkatan Tim Roket Smansa ke Malaysia diharapkan menjadi momentum bagi berkembangnya minat pelajar di Pulau Morotai terhadap bidang sains, teknologi, riset, dan inovasi.
Lima pelajar tersebut kini bersiap membawa nama Indonesia dari Morotai untuk bersaing di panggung kompetisi roket internasional. (*)






