NarasiTimur
Beranda Publik Tiga Desa di Halbar Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Tiga Desa di Halbar Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Bupati Halbar, James Uang (Narasitimur)

Narasitimur — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, mulai masuk tahap persiapan pelaksanaan setelah proses pekerjaan berkontrak dan penyedia pembangunan ditetapkan.

Kesiapan lahan menjadi salah satu hal yang dipastikan sebelum pembangunan dimulai. Hal itu dilakukan melalui verifikasi lapangan oleh Bupati Halbar James Uang bersama perwakilan Balai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kamis (24/9/2026).

James mengatakan, tahun ini terdapat tiga desa di Halbar yang menjadi sasaran program tersebut, yakni Desa Saria, Toniku, dan Sidangoli Dehe.

Menurutnya, pemerintah daerah berkepentingan memastikan lahan yang disiapkan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Sebagai Bupati Halmahera Barat, saya secara politik memastikan lahan tidak bermasalah di lapangan, sehingga program-program ini bisa berjalan dengan lancar,” kata James.

Ia mengatakan, kesiapan lahan juga akan menjadi perhatian Pemkab Halbar dalam mengusulkan desa calon penerima program untuk 2027.

“Jangan sampai ketika program pembangunan turun, kemudian muncul persoalan di masyarakat terkait lahan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Balai KKP, Edi Kurniawan, mengatakan verifikasi dilakukan untuk memastikan lokasi yang telah ditetapkan benar-benar siap dibangun.

“Untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Halmahera Barat ada tiga lokasi. Salah satunya di Sidangoli Dehe dengan tipe penyangga,” kata Edi.

Di Sidangoli Dehe, pembangunan akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung aktivitas nelayan, seperti tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es portable, dan kios perbekalan.

Pekerjaan pendukung lainnya meliputi penimbunan lahan, drainase, serta landscaping.

Edi menegaskan, proses pembangunan saat ini telah memasuki tahap kontrak dan penyedia pekerjaan telah ditetapkan. Karena itu, pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan lahan siap digunakan.

“Saat ini prosesnya sudah berkontrak dan sudah ada penyedia. Saya ke sini karena sudah berkontrak, sehingga harus memastikan lahan itu betul-betul siap untuk dilakukan pembangunan,” pungkasnya.(*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan