NarasiTimur
Beranda Peristiwa Tiga Minggu Hilang di Laut, Nelayan Morotai Dikabarkan Diselamatkan Kapal China

Tiga Minggu Hilang di Laut, Nelayan Morotai Dikabarkan Diselamatkan Kapal China

Ilustrasi (narasitimur.id)

Narasitimur – Harapan keluarga Kamaludin Bunga alias Foni (41), nelayan asal Desa Sambiki, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, kembali muncul setelah seorang nelayan yang hilang selama hampir tiga pekan dikabarkan ditemukan dan ditolong kapal berbendera China.

Kamaludin sebelumnya dilaporkan hilang setelah berangkat melaut seorang diri untuk mencari ikan tuna pada 16 September 2026 sekitar pukul 03.00 WIT. Sejak saat itu, ia tak kunjung kembali ke rumah hingga keberadaannya tidak diketahui oleh keluarga maupun masyarakat.

Kabar penemuan Kamaludin mulai beredar luas di media sosial Facebook pada Rabu (7/10/2026). Dalam informasi yang beredar, Kamaludin disebut ditemukan oleh sebuah kapal nelayan berbendera China dan kini masih berada di atas kapal tersebut.

“Kamaludin Bunga sudah ditemukan, sementara masih berada di atas kapal negara China. Semoga cepat kembali ke kampung halaman,” tulis salah satu pengguna Facebook, Usman Umar Siruang.

Informasi serupa juga disampaikan akun Win Kurung yang menyebut nelayan Desa Sambiki tersebut telah ditemukan oleh kapal China.

Kabar tersebut mendapat perhatian keluarga setelah disebutkan adanya komunikasi melalui panggilan video dengan Kamaludin dari atas kapal.

Namun, informasi mengenai kapal yang menolong Kamaludin belum sepenuhnya terverifikasi.

Kepala Pos SAR Morotai, Hidayat Hatari, membenarkan pihaknya menerima informasi mengenai keberadaan Kamaludin. Namun, Basarnas masih melakukan verifikasi untuk memastikan identitas kapal dan posisi pasti nelayan tersebut.

“Informasinya kapal yang menemukan nelayan itu kapal nelayan China. Tapi kami dari Basarnas belum tahu pasti. Kami harus memastikan apakah betul kapal dari China dan nama kapalnya,” kata Hidayat saat dikonfirmasi.

Menurut informasi sementara yang diterima, kapal tersebut berada sekitar 350 mil dan sedang dalam perjalanan menuju China.

Jika informasi tersebut benar, maka kapal berbendera China itu menjadi pihak yang menemukan dan memberikan pertolongan kepada Kamaludin, setelah nelayan tersebut bertahan di laut selama sekitar tiga minggu.

Hidayat mengatakan, pihaknya akan meneruskan informasi tersebut kepada Basarnas Pusat untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kedutaan Besar Indonesia.

“Nanti kami update ke Basarnas Pusat supaya Basarnas Pusat bisa koordinasi dengan Kedubes. Tapi kami verifikasi dulu kepastiannya,” ujarnya.

Kini perhatian tertuju pada upaya memastikan posisi, kondisi kesehatan, identitas kapal, serta bagaimana Kamaludin dapat dipulangkan ke Morotai.

Basarnas, BPBD, dan pemerintah desa masih melakukan penelusuran untuk memastikan seluruh informasi tersebut.

Setelah hampir tiga pekan tanpa kabar, kabar Kamaludin ditemukan kapal China menjadi titik terang bagi keluarganya. Namun, kepulangannya masih bergantung pada proses verifikasi dan koordinasi lintas negara. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan