NarasiTimur
Beranda Peristiwa Karyawan Perusahaan Tambang Ditemukan Tak Bernyawa di Kali Kering Setelah 3 Pekan Hilang

Karyawan Perusahaan Tambang Ditemukan Tak Bernyawa di Kali Kering Setelah 3 Pekan Hilang

Lokasi penemuan mayat La Rano (Istimewa)

Narasitimur – La Rano (33), karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang dilaporkan hilang sejak 18 September 2026, ditemukan meninggal dunia di kawasan Kebun Sagu Walakleu, Desa Sawai Itepo, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Kamis (8/10/2026).

Jasad korban ditemukan di sekitar kali yang mengering, sekitar pukul 12.00 WIT, dalam kondisi tubuh membengkak dan membusuk. Hingga kini, penyebab maupun waktu pasti kematian korban belum diketahui.

Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedewanto melalui Kapolsubsektor Weda Tengah, Ipda Abdul Rajak Jauhati, membenarkan penemuan tersebut.

“Iya, ada penemuan mayat di kawasan Kebun Sagu Walakleu, Desa Sawai Itepo,” kata Abdul Rajak, Jumat (9/10/2026).

Jasad La Rano pertama kali ditemukan seorang anak bernama Geraldi Wasito bersama tiga rekannya saat mencari ikan di sekitar kali dekat Kebun Sagu Walakleu.

Saat tiba di lokasi, mereka mendapati aliran kali telah mengering dan melihat sesosok mayat. Temuan itu kemudian disampaikan kepada masyarakat setempat, hingga informasi tersebut diteruskan kepada pihak kepolisian.

Penemuan ini mengakhiri pencarian terhadap La Rano yang telah berlangsung hampir tiga pekan. Namun, misteri di balik kematiannya masih menyisakan sejumlah pertanyaan.

Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui meninggalkan tempat tinggalnya di Desa Lelilef Sawai pada Jumat (18/9/2026). Kepada keluarga, ia sempat menyampaikan rencana pulang ke kampung halamannya, di Buton karena mengalami gangguan kesehatan.

Korban sebelumnya juga sempat menjalani pemeriksaan di Klinik PT IWIP. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, La Rano mengalami kekurangan trombosit.

Namun, setelah tidak lagi dapat dihubungi, keluarga mulai mencari keberadaannya dan melaporkan kehilangan tersebut ke Polsubsektor Weda Tengah pada 19 September 2026.

Pencarian berlangsung hingga akhirnya jasad korban ditemukan pada 8 Oktober. Saat ditemukan, tubuh korban telah membengkak, berubah warna menjadi kebiruan, dan mengalami pembusukan.

Riwayat gangguan kesehatan sebelum korban menghilang belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematiannya. Kepastian mengenai hal itu, masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Usai ditemukan, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk menjalani pemeriksaan medis dan Visum et Repertum (VER).

Polisi juga telah berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halmahera Tengah untuk mendalami kasus tersebut. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri fakta di lokasi penemuan.

Hingga Jumat (9/10/2026), belum diketahui kapan La Rano meninggal maupun apa yang menyebabkan kematiannya. Hasil pemeriksaan medis dan pendalaman kepolisian, diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian karyawan IWIP tersebut.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan