Tujuh Prajurit Kodam Moloku Kie Raha Berhasil Ajak Warga Serahkan Senjata
Narasitimur – Pendekatan humanis tujuh prajurit Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha berhasil mendorong masyarakat menyerahkan sejumlah senjata organik dan senjata peninggalan perang serta konflik 1999–2000 secara sukarela.
Atas keberhasilan tersebut, tujuh prajurit itu menerima penghargaan dan kenaikan pangkat luar biasa Tahun 2026 dari pimpinan TNI. Penghargaan diserahkan dalam kegiatan yang dipimpin Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Nefra Firdaus, di Aula Singa Baabullah, Makodam XXVIII/Moloku Kie Raha, Ternate.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual dan terhubung dengan acara yang dipimpin langsung Panglima TNI di Papua.
Keberhasilan para prajurit itu tidak terlepas dari kemampuan membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat. Melalui pendekatan persuasif, warga bersedia menyerahkan senjata tanpa paksaan.
Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu mencerminkan profesionalisme prajurit sekaligus menunjukkan pentingnya membangun hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat.
Ia menekankan, keberhasilan menjalankan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan militer, tetapi juga kecakapan memahami kondisi sosial, menjalin komunikasi yang konstruktif, dan menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penghargaan dan kenaikan pangkat luar biasa tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi prajurit lainnya untuk meningkatkan pengabdian serta mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Kegiatan itu turut dihadiri Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, Kasrem 152/Baabullah Kolonel Arh Hendra Roza, para pejabat utama Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, pejabat Korem 152/Baabullah, serta Dandim 1501/Kota Ternate Kolonel Inf Jani Setiadi. (*)






