Camat Morotai Selatan Ajak Stakeholder Wujudkan Kabupaten Layak Anak
Narasitimur – Camat Morotai Selatan, Sri Wahyuni, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Ajakan tersebut disampaikan Sri Wahyuni saat membuka kegiatan sosialisasi kebijakan daerah tentang Kabupaten Layak Anak yang digelar Pemerintah Daerah Pulau Morotai bersama Stimulant Institute dan KREASI Morotai di Aula Kantor Camat Morotai Selatan, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Program Manager KREASI Morotai Margaretha R. Y. Djelalu, Ketua DPRD Pulau Morotai Muhamad Rizky, serta sejumlah kepala sekolah SD dan TK/PAUD di wilayah Kecamatan Morotai Selatan.
Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menegaskan bahwa upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, anak-anak merupakan aset terbesar bangsa sekaligus generasi penerus yang harus dijamin tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Tentu kita semua tahu bahwa anak-anak adalah aset terbesar bangsa dan generasi penerus cita-cita perjuangan. Oleh karena itu, tanggung jawab moral dan sosial kita adalah memastikan mereka tumbuh dengan bahagia, sehat, terlindungi, dan terpenuhi hak-hak dasarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan Kabupaten Layak Anak bukan sekadar program administratif, tetapi merupakan upaya nyata untuk memastikan pemenuhan hak anak melalui lima klaster utama, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus dari kekerasan dan eksploitasi.
Sri Wahyuni berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, kesadaran seluruh pemangku kepentingan terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak dapat semakin meningkat.
Ia juga mengimbau para kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pihak sekolah untuk aktif berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi anak-anak.
“Kebetulan yang hadir saat ini banyak guru dan kepala sekolah. Saya berharap bapak dan ibu tetap menjaga kondisi sekolah agar nyaman bagi anak didik, serta tidak ada lagi perundungan di lingkungan sekolah karena sangat berpengaruh terhadap psikologi anak-anak,” tandasnya. (*)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








