Rumah Konseling Malut Minta Polisi Tindak Penyebar Video Dugaan Bundir di Gambesi
Narasitimur – Yayasan Rumah Konseling Maluku Utara meminta Polres Ternate menindak tegas oknum yang diduga menyebarkan video dan foto korban dugaan bunuh diri di Kelurahan Gambesi, Kota Ternate.
Permintaan itu disampaikan Direktur Yayasan Rumah Konseling Malut, Ikhwanul Kiraam J Saleh, menyusul beredarnya dokumentasi korban di media sosial dan grup percakapan yang dinilai berdampak buruk terhadap kondisi psikologis masyarakat maupun keluarga korban.
Menurut Ikhwanul, penyebaran video dan foto korban bunuh diri tidak hanya melukai keluarga, tetapi juga berpotensi memicu efek traumatis bagi masyarakat yang melihatnya.
“Penyebaran video dan foto korban bunuh diri bisa menciptakan efek bunuh diri tiruan, terutama bagi orang-orang yang sedang mengalami gangguan psikologis atau tekanan mental,” ujar Ikhwanul, Jumat (1/5/2026).
Ia mengatakan, Kota Ternate dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu daerah yang cukup rentan terhadap kasus bunuh diri. Namun, persoalan kesehatan mental masih sering dianggap sepele oleh sebagian masyarakat.
Menurutnya, gangguan psikologis menjadi salah satu faktor utama yang harus mendapat perhatian serius, termasuk edukasi publik terkait dampak penyebaran konten sensitif di media sosial.
“Setiap video dan foto korban bunuh diri yang disebarkan dapat menormalisasi perilaku melukai diri sendiri dan memicu trauma sekunder bagi orang lain, seperti rasa kehilangan, stres, hingga gangguan psikologis lainnya,” katanya.
Yayasan Rumah Konseling Malut mengaku telah berulang kali mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak menyebarluaskan dokumentasi korban bunuh diri. Namun, imbauan tersebut dinilai belum diindahkan oleh sebagian oknum.
Karena itu, pihaknya meminta aparat kepolisian mengambil langkah hukum terhadap penyebar konten tersebut agar kasus serupa tidak terus berulang.
“Kami meminta Polres Ternate agar menangkap oknum-oknum yang menyebarkan video dan foto korban bunuh diri. Ini penting untuk melindungi keluarga korban dan mencegah dampak psikologis yang lebih luas,” tegasnya.
Diketahui, peristiwa dugaan bunuh diri seorang anak laki-laki di Kelurahan Gambesi sempat menghebohkan warga Kota Ternate dan menjadi perbincangan di media sosial.
Catatan redaksi: Berita ini tidak menyebut identitas korban dan tidak menampilkan dokumentasi korban demi menjaga etika jurnalistik serta mencegah dampak psikologis bagi masyarakat.





