NarasiTimur
Beranda Hukum Guru SD di Morotai Ngaku Nyaris Jadi Korban Begal Saat Pulang Mengajar

Guru SD di Morotai Ngaku Nyaris Jadi Korban Begal Saat Pulang Mengajar

Ilustrasi aksi pemalangan terhadap guru SD di ruas jalan Desa Pilowo, Pulau Morotai (Narasitimur)

Narasitimur – Seorang guru Sekolah Dasar (SD) Cucumar, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, bernama Juwairia Umaternate mengaku nyaris menjadi korban begal saat melintas di ruas jalan menuju Daruba, Selasa (9/6/2026).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIT saat Juwairia dalam perjalanan pulang dari sekolah menuju Daruba.

Menurut korban, aksi pemalangan terjadi saat dirinya melintasi jembatan di wilayah Desa Pilowo, Kecamatan Morotai Selatan. Dua pria tak dikenal tiba-tiba menghadang sepeda motor yang dikendarainya.

“Pas masuk Pilowo kecil di jembatan itu, ada dua laki-laki langsung palang jalan. Saat itu saya langsung rem mendadak. Setelah saya berhenti, mereka bilang, ‘Ibu kalau ada uang langsung kase torang’,” ujar Juwairia.

Ia mengaku ketakutan dan langsung membuka dompet untuk memberikan uang yang dimilikinya. Sebelum meminta uang, kedua pelaku sempat menanyakan asal dirinya.

“Kedua orang itu sempat tanya ibu dari mana. Saya bilang dari Cucumar, setelah itu mereka langsung minta uang,” katanya.

Meski tidak melihat pelaku membawa senjata tajam, Juwairia menduga keduanya berada dalam kondisi mabuk saat melakukan aksinya.

Kondisi jalan yang sepi membuat korban semakin takut karena tidak ada kendaraan lain yang melintas saat kejadian berlangsung.

Juwairia mengatakan, kejadian serupa bukan kali pertama dialaminya. Menurut dia, sejumlah guru yang bertugas di wilayah tersebut juga pernah mengalami aksi pemalangan dan pemalakan di jalur yang sama.

“Ini bukan baru pertama kali terjadi di saya. Teman-teman guru juga sudah beberapa kali mengalami kejadian seperti ini,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah desa dan pihak kepolisian dapat meningkatkan pengawasan dan keamanan di kawasan tersebut guna mencegah terulangnya aksi serupa yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya tenaga pendidik.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pulau Morotai, IPDA M. Yusuf Kasim, saat dikonfirmasi narasitimur.id mengatakan pihaknya telah meneruskan informasi tersebut kepada Kapolres dan jajaran terkait untuk ditindaklanjuti.

“Sudah saya teruskan ke Kapolres dan lempar di grup,” singkatnya. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan