NarasiTimur
Beranda Publik Anggaran dan Kebijakan Berubah, Pembangunan di Desa Pumadada Halbar Disesuaikan

Anggaran dan Kebijakan Berubah, Pembangunan di Desa Pumadada Halbar Disesuaikan

Desa Pumadada Halbar (Istimewa)

Narasitimur – Kepala Desa Pumadada, Kecamatan Loloda Tengah, Julianus Tawakali, meminta masyarakat memahami kondisi keuangan desa yang terdampak perubahan kebijakan dan keterlambatan anggaran, sehingga memengaruhi pelaksanaan sejumlah program pembangunan, termasuk program listrik desa.

Julianus mengatakan, pemerintah desa tetap berkomitmen menjalankan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Di desa, listrik bukan sekadar cahaya, tetapi harapan masyarakat agar kehidupan mereka tidak lagi gelap,” ujar Julianus, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, perubahan kondisi keuangan dan kebijakan dari pemerintah pusat membuat sejumlah program mengalami penyesuaian. Kondisi itu juga memunculkan perbedaan pemahaman di tengah masyarakat karena ada rencana pembangunan yang belum dapat direalisasikan sesuai harapan warga.

Meski begitu, pemerintah desa terus berupaya menjaga komunikasi dengan masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.

Julianus menegaskan, keterbukaan informasi menjadi hal penting dalam pelaksanaan pembangunan desa. Hal itu, kata dia, sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 tentang transparansi dan pelayanan publik.

Ia menambahkan, pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat melalui semangat gotong royong, keterbukaan, dan kejujuran.

“Krisis terbesar di desa bukan hanya soal uang, tetapi ketika pemerintah dan masyarakat sudah tidak lagi berada dalam pemahaman yang sama,” katanya.

Karena itu, pemerintah desa berharap masyarakat tetap mengedepankan musyawarah dan komunikasi dalam menyikapi berbagai kendala pembangunan di desa. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan