NarasiTimur
Beranda Peristiwa Aktivitas Gunung Ibu Meningkat, Tiga Kali Erupsi dalam Sehari

Aktivitas Gunung Ibu Meningkat, Tiga Kali Erupsi dalam Sehari

Aktivitas Gunung Ibu (Istimewa)

Narasitimur – Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menunjukkan peningkatan frekuensi letusan. Dalam sehari, gunung api tersebut tercatat mengalami tiga kali erupsi, meski status aktivitasnya masih berada pada Level II (Waspada), Rabu (9/9/2026).

Berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Ibu, erupsi pertama terjadi pada pukul 09.19 WIT. Saat itu, kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter dari atas puncak, berwarna kelabu tebal.

Sebaran abu terbawa angin ke arah Timur Laut dan Timur, setelah sebelumnya kolom abu teramati condong ke arah Utara.

Erupsi kembali terjadi pada pukul 11.54 WIT dan 12.01 WIT. Namun, tinggi kolom abu dari dua erupsi susulan tersebut tidak dapat diamati secara jelas karena kondisi gunung tertutup kabut.

Di tengah peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Halmahera Barat masih terpantau aman dan kondusif.

Kabidhumas Polda Maluku Utara Kombes Pol Hadi Poerwanto mengatakan, Polres Halmahera Barat bersama jajaran meningkatkan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak aktivitas Gunung Ibu terhadap masyarakat.

Personel Sat Samapta dan Polsek Ibu memperketat penjagaan serta melakukan sterilisasi jalur perkebunan yang mengarah ke zona bahaya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah warga memasuki kawasan yang telah ditetapkan berisiko, khususnya radius 2 kilometer dan sektoral 3,5 kilometer dari kawah aktif.

“Keselamatan masyarakat menjadi yang utama. Kami terus memonitor perkembangan situasi dan meningkatkan kesiapsiagaan personel,” ujar Hadi.

Selain pengamanan kawasan, Bhabinkamtibmas juga disiagakan di sejumlah desa yang berada di wilayah Timur Laut dan Timur untuk mengantisipasi dampak hujan abu vulkanik.

Petugas turut membagikan masker kepada masyarakat serta mengimbau warga menggunakan kacamata pelindung ketika beraktivitas di luar rumah, terutama apabila terjadi hujan abu.

Hadi meminta masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ibu tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan pemerintah maupun pihak berwenang.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak panik, tetapi tetap mengikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah maupun pihak berwenang. Jangan memasuki zona yang telah ditetapkan, sebagai kawasan berbahaya demi keselamatan bersama,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Ibu.

“Setiap perkembangan akan disampaikan melalui sumber resmi sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak menimbulkan kepanikan,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran informasi keliru, Seksi Humas Polres Halmahera Barat bersama Sat Intelkam juga terus menyebarluaskan informasi dan infografis resmi kepada masyarakat.

Polres Halmahera Barat turut menyiagakan personel dalam status on call di Mako Polres. Kekuatan tersebut dilengkapi kendaraan operasional, serta sarana dan prasarana SAR yang dapat digerakkan sewaktu-waktu, apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat.

Polda Maluku Utara bersama Polres Halmahera Barat juga terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk memastikan langkah penanganan, serta pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan