NarasiTimur
Beranda Publik Morotai Festival 2026 Siapkan Lomba Yanger, Kuliner Tuna hingga Stan UMKM

Morotai Festival 2026 Siapkan Lomba Yanger, Kuliner Tuna hingga Stan UMKM

Rapat persiapan menuju Morofest 2026 (narasitimur.id)

Narasitimur – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mematangkan persiapan Morotai Festival 2026 dengan menyiapkan beragam lomba budaya tradisional, atraksi kuliner berbahan tuna, hingga stan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat panitia bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di ruang rapat Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Selasa (13/10/2026).

Ketua Panitia Morotai Festival, Muhammad Umar, mengatakan sejumlah agenda tahun sebelumnya tetap dipertahankan, disertai penambahan lomba dan hiburan untuk menarik partisipasi masyarakat selama empat hari pelaksanaan festival.

Namun, panitia juga melakukan penyesuaian terhadap sejumlah kegiatan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan peserta.

Salah satu agenda yang berpotensi ditunda adalah lomba Mancing Mania. Kondisi cuaca berkabut menjadi pertimbangan panitia untuk tidak memaksakan pelaksanaan lomba tersebut.

“Untuk beberapa item kegiatan, kami akan menunda karena faktor cuaca. Contohnya Mancing Mania, belum bisa dilaksanakan dalam kondisi sekarang karena cuaca berkabut. Kami lebih memprioritaskan keselamatan,” ujar Umar.

Dari sisi atraksi budaya, Morotai Festival akan menghadirkan lomba musik tradisional Yanger, tarian tradisional, serta lomba mewarnai bagi anak-anak.

Panitia juga menyiapkan lomba eksplorasi tuna yang memberikan ruang bagi peserta untuk berkreasi mengolah ikan tuna menjadi sajian kuliner. Jika sebelumnya peserta hanya mengolah bagian rahang tuna, tahun ini tantangannya diperluas dengan pemanfaatan seluruh bagian ikan, mulai dari kepala hingga ekor.

“Kalau tahun lalu ada olahan rahang tuna, sekarang semua bagian, dari kepala sampai ekor. Peserta dipersilakan berkreasi dan menyajikannya sesuai kreativitas masing-masing,” jelasnya.

Tak hanya mengandalkan atraksi budaya dan kuliner, panitia turut menyiapkan lomba mobile gaming atau gim daring, Morotai Superstar berupa kompetisi karaoke, serta sejumlah hiburan malam lainnya, termasuk Fandran.

Di sektor ekonomi, panitia mulai mematangkan penataan stan di lokasi festival. Setiap kecamatan diminta menyiapkan perwakilan stan untuk menampilkan potensi wilayah masing-masing, dengan target minimal lima stan per kecamatan.

Stan UMKM juga disiapkan untuk memberikan ruang promosi dan penjualan produk lokal selama festival berlangsung. Panitia turut membuka kesempatan bagi pedagang kaki lima yang ingin berjualan di area kegiatan.

“Kami juga mengajak pelaku UMKM dan pedagang kaki lima yang ingin bergabung. Kami memberikan kesempatan bagi mereka untuk berjualan di lokasi Morotai Festival,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Morotai Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya dan hiburan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Meski demikian, kesiapan lokasi, penataan stan, serta penyesuaian agenda akibat cuaca menjadi bagian penting yang harus dituntaskan panitia, agar festival berjalan aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan