Lapas Perempuan Ternate Dievaluasi soal Budaya Integritas, Perkuat Transparansi Pelayanan
Narasitimur – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ternate mengikuti desk evaluasi Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI), yang digelar Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (19/10/2026).
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari penilaian terhadap komitmen dan penerapan budaya integritas di lingkungan kerja, termasuk kedisiplinan pegawai, akuntabilitas kinerja, serta upaya pencegahan praktik penyimpangan dalam pelayanan publik.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ternate, Apriyani, bersama jajarannya mengikuti evaluasi secara daring dari ruang rapat Lapas Perempuan Ternate mulai pukul 10.30 WIT.
Dalam kegiatan itu, tim evaluator Inspektorat Jenderal, di antaranya Dewi Ayu Nurmalasari dan Dyah Ayu Utaminingrum, mengevaluasi upaya pembangunan budaya integritas yang telah dijalankan satuan kerja.
Lapas Perempuan Ternate memaparkan sejumlah langkah penguatan integritas, mulai dari peningkatan kedisiplinan pegawai, penerapan akuntabilitas kinerja, hingga upaya mewujudkan pelayanan yang transparan, profesional, dan bebas dari pungutan liar.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ternate, Apriyani, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus membangun budaya integritas melalui keteladanan pimpinan, peningkatan kesadaran pegawai, serta pelaksanaan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, evaluasi APBI menjadi momentum untuk memperkuat konsistensi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Penguatan budaya integritas tersebut juga sejalan dengan upaya pembangunan Zona Integritas, dan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui evaluasi ini, Lapas Perempuan Ternate diharapkan dapat mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan, agar penerapan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang akuntabel dapat berjalan secara konsisten. (*)






