NarasiTimur
Beranda Ekonomi Festival Salawaku 2026 Jadi Panggung UMKM Malut, Transaksi Tembus Rp543,8 Juta

Festival Salawaku 2026 Jadi Panggung UMKM Malut, Transaksi Tembus Rp543,8 Juta

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara saat sambutan di penutupan Festival Salawaku (narasitimur.id)

Narasitimur – Festival Salawaku 2026 menjadi panggung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maluku Utara untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan transaksi penjualan. Festival yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara itu mencatat transaksi UMKM mencapai Rp543,8 juta, meningkat 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Festival yang berlangsung selama tiga hari di Benteng Oranje, Kota Ternate, resmi ditutup pada Minggu (8/11/2026) malam. Selain mendorong penjualan produk lokal, kegiatan ini juga membuka peluang ekspor, akses pembiayaan, hingga penguatan kapasitas pelaku usaha.

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan capaian transaksi tersebut masih bersifat sementara berdasarkan hasil kompilasi selama festival berlangsung.

Tak hanya transaksi penjualan, Festival Salawaku 2026 juga mencatat potensi business matching ekspor sebesar Rp6,68 miliar dengan melibatkan tiga UMKM yang dipersiapkan menjadi calon eksportir baru.

Ketiga UMKM tersebut merupakan hasil program Road to Salawaku: Malut Go Ekspor yang pertama kali dilaksanakan pada 2026. Program ini membuka peluang pemasaran produk lokal ke enam negara, yakni Jerman, Belanda, Australia, Mesir, Singapura, dan Malaysia.

Sementara itu, business matching pembiayaan berhasil menyalurkan Rp150 juta kepada UMKM sektor olahan makanan dan minuman.

Antusiasme masyarakat terhadap festival juga terlihat dari jumlah kunjungan ke Benteng Oranje yang mencapai sekitar 9.000 orang selama tiga hari. Angka tersebut meningkat 53 persen dibandingkan pelaksanaan Festival Salawaku 2025.

Festival ini turut menghadirkan pasar murah yang mencatat transaksi Rp30,29 juta dengan total 1.145 kilogram dari tujuh jenis komoditas pangan terjual.

Dukungan terhadap pengembangan UMKM juga diwujudkan melalui fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi lima UMKM dan sertifikasi halal bagi 44 pelaku usaha.

Selain itu, sebanyak 585 peserta mengikuti 16 kompetisi kreatif, sementara 150 peserta terlibat dalam kegiatan talkshow dan edukasi. Festival Salawaku juga menggelar aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan 70 kantong darah.

Handi Susila berharap Festival Salawaku tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memperkuat ekosistem UMKM Maluku Utara agar semakin tangguh, berkembang, dan naik kelas.

Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perbankan, akademisi, komunitas hingga media, sehingga pelaku usaha lokal memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan dan pasar.

Melalui Festival Salawaku 2026, BI Maluku Utara mendorong UMKM tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga mampu memperluas jangkauan hingga ke pasar internasional. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan