NarasiTimur
Beranda Publik Pendataan Ditutup, Posko Tanggap Darurat Catat 2.349 Pengungsi Gempa di Batang Dua

Pendataan Ditutup, Posko Tanggap Darurat Catat 2.349 Pengungsi Gempa di Batang Dua

Posko pengungsian di Kecamatan Pulau Batang Dua (Istimewa)

Narasitimur – Posko Tanggap Darurat Pemerintah Kota Ternate resmi menutup pendataan pengungsi korban gempa bumi di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kamis (9/4/2026).

Koordinator Bidang Data, Informasi dan Humas Posko Tanggap Darurat yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Ternate, Anhar Alaudin, menyampaikan bahwa berdasarkan data terakhir per pukul 07.41 WIT, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 662 kepala keluarga atau 2.349 jiwa yang tersebar di 30 titik pengungsian.

“Data ini merupakan data resmi Posko Tanggap Darurat, dan saat ini pendataan pengungsi sudah kami tutup,” ujar Anhar.

Ia menjelaskan, puluhan titik pengungsian tersebut tersebar di lima kelurahan di Pulau Batang Dua dengan rincian:

Kelurahan Lelewi terdapat 2 titik pengungsian dengan jumlah 130 KK atau 456 jiwa. Warga mengungsi di SD 76 Lelewi serta di area depan Gereja Imanuel.

Kelurahan Mayau menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 24 titik pengungsian dengan 217 KK atau 851 jiwa. Lokasi pengungsian tersebar di SMP Negeri 8 Mayau dan SMA Negeri 11 Mayau.

Kelurahan Perum Berstu memiliki 1 titik pengungsian dengan jumlah 58 KK atau 178 jiwa yang terpusat di SMP Negeri 8 Mayau dan SMA Negeri 11 Mayau.

Kelurahan Bido tercatat memiliki 1 titik pengungsian dengan 129 KK atau 459 jiwa yang berada di area Gereja Filadelfia.

Sementara Kelurahan Tifure memiliki 2 titik pengungsian dengan jumlah 128 KK atau 405 jiwa, yang tersebar di depan Kantor PLN setempat dan wilayah sekitar kelurahan.

Anhar menambahkan, penutupan pendataan dilakukan karena kondisi di lapangan sudah relatif stabil dan seluruh titik pengungsian telah terdata secara menyeluruh.

Meski begitu, Posko Tanggap Darurat Pemkot Ternate tetap melanjutkan fungsi pemantauan, termasuk distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Fokus kami sekarang memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dan pelayanan tetap berjalan,” pungkasnya. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan