Rumah Belajar di Obi Selatan Jadi Ruang Aman Anak dan Orang Tua
Narasitimur — Di pesisir selatan Pulau Obi, Halmahera Selatan, rumah-rumah belajar tumbuh menjadi ruang baru bagi anak-anak untuk belajar dan bermain sepulang sekolah. Tidak hanya menjadi tempat literasi, rumah belajar juga menghadirkan ruang aman yang memperkuat hubungan sosial masyarakat di wilayah pelosok.
Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026, Harita Nickel meresmikan Rumah Belajar Nyinga Moi di Desa Fluk, Kecamatan Obi Selatan. Kehadiran rumah belajar ini melengkapi dua fasilitas serupa yang sebelumnya telah dibangun di Desa Gambaru dan Desa Oci Maloleo.
Nama Nyinga Moi yang berarti “Satu Hati” menggambarkan semangat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak-anak di Pulau Obi.
Bagi warga, keberadaan rumah belajar membantu menjawab kekhawatiran orang tua terhadap kebiasaan anak yang terlalu banyak menggunakan gawai. Salah satu warga Desa Fluk, Nadia Abdullah, mengatakan rumah belajar memberi ruang positif bagi anak-anak agar lebih fokus belajar.
“Anak-anak sekarang banyak main HP, jadi kurang fokus belajar. Dengan adanya rumah belajar ini, kami berharap mereka bisa lebih fokus dan punya kegiatan yang lebih bermanfaat,” ujarnya.
Di Desa Gambaru, Rumah Belajar Simore yang aktif sejak 2024 telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Selain menjadi tempat belajar membaca bagi anak-anak, rumah belajar juga menjadi ruang berkumpul para orang tua untuk saling berbagi cerita dan pengalaman.
Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara sekaligus Ketua HIMPSI Maluku Utara, Syaiful Bahry, S.Psi, MA, menilai rumah belajar memiliki dampak sosial dan psikologis yang besar bagi masyarakat.
“Kehadiran ruang publik komunal seperti rumah belajar dapat mereduksi stres, mempererat hubungan sosial, dan menumbuhkan harapan orang tua terhadap anak-anaknya,” katanya.
Menurut Syaiful, pendekatan belajar yang diterapkan melalui konsep fun learning membuat anak-anak belajar tanpa tekanan. Suasana belajar yang nyaman dinilai mampu meningkatkan daya pikir, memperkuat memori, dan membangun rasa percaya diri anak.
Ia juga menekankan pentingnya peran relawan dalam mendampingi anak-anak selama proses belajar berlangsung.
“Relawan bukan sekadar mengajar membaca, tetapi menjadi figur yang membuat anak merasa dihargai dan aman secara mental,” ujarnya.
Sementara itu, Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, mengatakan pengembangan rumah belajar merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan di sektor pendidikan.
“Selain rumah belajar, kami juga memberikan insentif bagi guru bantu, dukungan sarana pendidikan, hingga beasiswa bagi mahasiswa asal Pulau Obi,” katanya.
Menurut Latif, penguatan sektor pendidikan menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian dan pembangunan masyarakat dalam jangka panjang.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Maluku Utara, Mulyadi Tutupoho, mengapresiasi pengembangan rumah belajar tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan di wilayah terpencil.
“Inisiatif ini sangat membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya anak-anak di desa,” ujarnya.
Hingga kini, Rumah Belajar Simore disebut telah menjangkau lebih dari 100 anak di Obi Selatan. Kehadiran rumah belajar di Gambaru, Oci Maloleo, dan Fluk diharapkan terus memperluas akses pendidikan sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi masa depan anak-anak di Pulau Obi. (*)






