NarasiTimur
Beranda Peristiwa 20 Pendaki Terdampak Erupsi Gunung Dukono, Berikut Daftar Korbannya

20 Pendaki Terdampak Erupsi Gunung Dukono, Berikut Daftar Korbannya

Proses evakuasi para pendaki korban erupsi Gunung Dukono (Istimewa)

Narasitimur — Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga pendaki yang dilaporkan hilang usai terdampak erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026).

Berdasarkan data sementara Basarnas, total terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan gunung saat erupsi terjadi. Dari jumlah tersebut, 15 orang berhasil selamat, dua warga negara asing (WNA) asal Singapura meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.

Informasi awal diterima Basarnas Command Center (BCC) setelah terdeteksi sinyal darurat SOS dari perangkat Garmin di kawasan Gunung Dukono. Laporan tersebut kemudian dikonfirmasi Kepala Desa Mamuya yang meminta bantuan evakuasi terhadap para pendaki.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama unsur gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban.

“Tim SAR bersama unsur gabungan masih terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi di lokasi,” ujar Iwan.

Berikut rincian data pendaki selamat:

WNA asal Singapura

  1. Toh Yu Ming Eugene (30)
  2. Ong Shilin Selene (37)
  3. Phoebe Lim (33)
  4. Loh Hui En Iris (31)
  5. Tan Jia Yi Geraldine (30)
  6. Lee Yi Xuan Venessa (30)
  7. Lim Shan De (29)

WNI

  1. Bahtiar Badar (24)
  2. Yusril (23)
  3. Sahrul (26)
  4. Ahmad (22)
  5. Hairudin (26)
  6. Fiki Nafila (27)
  7. Riska Isbar (29)
  8. Sudin Juanga (48)

Sementara korban yang masih dalam pencarian yakni:

  1. Heng Wen Qiang Timothy (30/WNA)
  2. Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27/WNA)
  3. Enjel (WNI)

Dua pendaki WNI lainnya, yakni Reza Selang dan Jailan Ayub, diketahui masih berada di kawasan gunung untuk membantu proses pencarian korban hilang.

Operasi SAR melibatkan Basarnas Pos SAR Tobelo, Polres Halmahera Utara, TNI, BPBD, dan masyarakat setempat. Hingga kini proses pencarian masih berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan