NarasiTimur
Beranda Publik Tim Jepang Telusuri Jejak Prajurit Perang Dunia II di Morotai

Tim Jepang Telusuri Jejak Prajurit Perang Dunia II di Morotai

Pemkab Morotai Sambut Tim Jepang. (Istimewa)

Narasitimur — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menerima kunjungan delegasi Kedutaan Besar Jepang bersama tim ahli Japan Association for Recovery and Repatriation of War Casualties (JARRWC), Rabu (2/9/2026).

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Morotai, Kecamatan Morotai Selatan. Delegasi Jepang dipimpin Ketua Tim JARRWC, Okamoto Masahiro, bersama perwakilan Kedutaan Besar Jepang dan anggota tim.

Sekretaris Daerah Morotai Muhammad Umar Ali menyatakan Pemkab Morotai mendukung misi JARRWC untuk mencari, mengidentifikasi, dan memulangkan sisa jenazah prajurit Jepang yang gugur dalam Perang Dunia II.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah daerah, kami akan memberikan informasi yang dibutuhkan. Intinya, kami mendukung niat baik ini. Apa saja yang kami ketahui tentang peninggalan Jepang di Morotai akan kami informasikan,” ujar Umar.

Menurut Umar, Morotai memiliki keterkaitan sejarah dengan Jepang karena pernah menjadi salah satu wilayah pendudukan Jepang pada masa Perang Dunia II.

Salah satu kisah yang masih dikenang hingga kini adalah prajurit Jepang Teruo Nakamura yang bertahan di hutan Morotai hingga setelah Indonesia merdeka. Pemkab Morotai kemudian mengabadikan kisah tersebut melalui patung Nakamura dan penamaan Desa Nakamura di lokasi bekas tempat tinggalnya.

Umar berharap kerja sama Indonesia-Jepang tidak hanya berkaitan dengan pemulangan sisa jenazah prajurit, tetapi juga dapat dikembangkan ke bidang kebudayaan dan sektor lainnya.

Sementara itu, Okamoto Masahiro mengatakan JARRWC merupakan organisasi yang ditunjuk pemerintah Jepang untuk mencari, mengidentifikasi, dan memulangkan sisa jenazah prajurit Jepang yang gugur dalam Perang Dunia II.

Menurutnya, tim JARRWC melakukan peninjauan lapangan, survei, dan penggalian di sejumlah wilayah bekas medan perang, termasuk Papua, Papua Barat, dan Pulau Morotai.

Sisa kerangka yang ditemukan nantinya akan diambil sampelnya untuk proses identifikasi dan tes DNA. Jika berhasil diidentifikasi, jenazah akan dipulangkan ke Jepang untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan secara layak.

Untuk mendukung misi tersebut, Okamoto meminta dukungan, koordinasi, dan fasilitasi dari Pemkab Morotai. Hasil survei dan proses identifikasi nantinya akan disampaikan kepada pemerintah daerah. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan