Sultan Tidore Kukuhkan Majida Fabanyo Pimpin IKT Haltim, Pesan Jaga Ikatan Sejarah dan Persatuan
Narasitimur – Sultan Tidore Husain Alting Sjah mengukuhkan Majida Fabanyo sebagai Ketua Ikatan Keluarga Tidore (IKT) Kabupaten Halmahera Timur periode 2026–2030 bersama jajaran pengurus lainnya.
Pengukuhan berlangsung di Kantor Camat Wasile, Rabu (23/9/2026), dan dihadiri Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, Jojau Kesultanan Tidore Ishak Naser, Sangaji Maba Ibrahim Hi. Haruna, jajaran pengurus serta keluarga besar IKT Haltim.
Pengukuhan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan. Sultan Tidore sekaligus menitipkan pesan agar IKT mampu menjadi ruang memperkuat hubungan kekeluargaan sekaligus menjaga hubungan historis antara Kesultanan Tidore dan masyarakat Halmahera Timur.
Husain Alting Sjah yang juga Ketua Dewan Pembina IKT Provinsi Maluku Utara meminta pengurus yang baru dikukuhkan menjalankan amanah organisasi dengan baik dan menghadirkan program yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, hubungan antara Kesultanan Tidore dan masyarakat Halmahera Timur telah terjalin sejak masa leluhur. Karena itu, ikatan sejarah tersebut perlu terus dirawat melalui hubungan sosial dan kebersamaan masyarakat.
“Hubungan historis ini harus terus kita jaga. IKT bukan hanya menjadi wadah mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Tidore, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia berharap IKT dapat mengambil peran dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat serta menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan di Halmahera Timur.
Haltim Disebut Miniatur Indonesia
Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub mengapresiasi terbentuknya kepengurusan IKT periode 2026–2030, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.
Menurut Ubaid, keberadaan berbagai suku, etnis, agama, dan latar belakang budaya menjadikan Halmahera Timur sebagai daerah yang memiliki keragaman masyarakat.
“Halmahera Timur merupakan daerah yang sangat majemuk. Di daerah ini hidup berbagai suku, etnis, agama, dan latar belakang budaya. Karena itu, Halmahera Timur dapat kita lihat sebagai sebuah miniatur Indonesia,” kata Ubaid.
Ia berharap IKT turut mengambil bagian dalam menjaga persatuan dan kebersamaan, sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan Haltim.
Majida Bawa Falsafah Seatoran Ngaku Sirasahi
Ketua IKT Haltim Majida Fabanyo menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan sesepuh yang telah memberikan kepercayaan kepada kepengurusan baru.
Dalam menjalankan organisasi, Majida mengatakan falsafah adat Seatoran Ngaku Sirasahi akan menjadi salah satu pijakan. Nilai tersebut dinilai penting untuk memperkuat tata krama, persatuan, kepedulian, serta semangat saling menopang dalam kehidupan bermasyarakat.
Majida menegaskan IKT Haltim akan menjadi rumah bersama bagi masyarakat Tidore di Halmahera Timur tanpa mengesampingkan penghormatan terhadap budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat.
“IKT harus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun kepedulian dan menjaga kebersamaan,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, IKT Haltim diharapkan semakin aktif membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, paguyuban, berbagai suku, serta elemen masyarakat lainnya.
Sinergi tersebut diarahkan untuk menjaga Halmahera Timur tetap aman, damai dan kondusif sekaligus mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang sejahtera. (*)






