NarasiTimur
Beranda Publik Aktivitas Penyeberangan Morotai Akan Dipindah ke Waterfront City 2

Aktivitas Penyeberangan Morotai Akan Dipindah ke Waterfront City 2

Sekda Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali (Istimewa)

Narasitimur – Aktivitas penyeberangan dari kawasan Taman Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, akan dipindahkan ke Dermaga Waterfront City 2. Salah satu pertimbangannya adalah kondisi Dermaga Taman Kota yang dinilai, sulit dipertahankan tanpa rehabilitasi besar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, mengatakan lantai Dermaga Taman Kota kerap terdampak gelombang ketika air pasang. Kondisi tersebut membuat rehabilitasi dermaga, tidak bisa dilakukan secara biasa.

Menurutnya, jika Dermaga Taman Kota tetap dipertahankan sebagai fasilitas penyeberangan, pemerintah harus melakukan pembangunan kembali secara menyeluruh, termasuk meninggikan struktur dermaga atau menggunakan konstruksi baru.

Di sisi lain, pemerintah menilai pembangunan kembali dermaga tersebut kurang efektif, karena dalam kawasan yang sama telah tersedia Dermaga Waterfront City 2 yang dibangun Kementerian Perhubungan.

“Kalau kita bangun baru lagi, nanti ada tiga dermaga dalam satu kawasan. Dermaga Taman Kota, Dermaga Waterfront City 2 dan pelabuhan terapung nelayan. Ini kan mubazir,” kata Umar Ali, Selasa (29/9/2026).

Karena itu, Pemkab Morotai memilih memindahkan aktivitas penyeberangan ke Waterfront City 2. Rute Morotai–Tobelo yang selama ini berlangsung dari Pelabuhan Daruba, akan diarahkan ke dermaga tersebut.

Begitu pula aktivitas penyeberangan masyarakat menuju sejumlah pulau, seperti Kolorai, Galo-Galo dan Ngele-Ngele, yang selama ini menggunakan Dermaga Taman Kota.

Umar mengatakan, Dermaga Waterfront City 2 saat ini telah selesai dibangun. Sementara terminal penumpang masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan rampung tahun ini.

“Untuk dermaganya sudah selesai dibangun, yang masih dalam proses penyelesaian adalah terminal penumpang. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI dan setelah pembangunannya rampung, fasilitas tersebut akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai,” ujarnya.

Dok: Wapres Gibran saat meninjau Waterfront City di Desa Daruba pada 2025 lalu (Ranto/NT)

Dermaga Waterfront City 2 dibangun oleh Kementerian Perhubungan, dan sebelumnya telah ditinjau Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pada 2025.

Pemkab Morotai tidak hanya menyiapkan Waterfront City 2 sebagai titik baru aktivitas penyeberangan. Kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi bagian dari pusat pertumbuhan baru di Daruba.

Umar mengatakan Waterfront City 2 nantinya akan terintegrasi dengan Kampung Nelayan Desa Daruba, pasar higienis serta pelabuhan perikanan terapung.

“Selain itu kawasan ini juga nanti terpadu dengan Kampung Nelayan Desa Daruba, pasar higienis dan pelabuhan ikan. Pelabuhan perikanan terapung juga akan difungsikan. Dengan demikian kawasan ini akan benar-benar menjadi kawasan pertumbuhan baru,” jelasnya.

Dengan konsep tersebut, pemerintah ingin mengonsentrasikan aktivitas transportasi laut, perikanan dan perdagangan dalam satu kawasan. Pemanfaatan Waterfront City 2 dinilai lebih efektif dibandingkan membangun kembali Dermaga Taman Kota yang lokasinya berdekatan dengan fasilitas pelabuhan lainnya.

Artinya, pemindahan aktivitas penyeberangan bukan semata-mata perubahan titik keberangkatan. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi pilihan Pemkab Morotai untuk tidak membangun kembali Dermaga Taman Kota dan mengoptimalkan infrastruktur yang telah tersedia di Waterfront City 2.

Sementara itu, terkait fungsi Dermaga Taman Kota setelah aktivitas penyeberangan dipindahkan, pemerintah belum menyebutkan adanya rencana pembangunan kembali sebagai dermaga penumpang. Kondisinya akan menjadi bagian dari penataan ulang kawasan pesisir Taman Kota Daruba. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan