NarasiTimur
Beranda Peristiwa Diduga Diterkam Buaya, Warga Tidore Ditemukan Meninggal di Hutan Bakau

Diduga Diterkam Buaya, Warga Tidore Ditemukan Meninggal di Hutan Bakau

Proses evakuasi korban oleh tim SAR gabungan (Istimewa)

Narasitimur – Seorang warga Desa Gitaraja, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memanah ikan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (23/2/2026) di kawasan hutan mangrove Tafalai.

Korban diketahui bernama Mahmud Kasim alias Hudu (38). Ia ditemukan oleh warga yang sedang mencari ikan dan kepiting di area hutan bakau tersebut sekitar pukul 14.00 WIT.

Saksi mata, Kristian Rinaldi (28), mengatakan dirinya bersama rekannya Jhon Regam (29) masuk ke hutan bakau sekitar pukul 12.30 WIT untuk mencari ikan dan kepiting. Saat berada di lokasi, ia melihat sesosok mayat tergeletak di pinggir air.

“Setelah melihat mayat tersebut, rekan saya langsung keluar dari hutan bakau untuk meminta bantuan kepada warga sekitar,” ujarnya.

Dalam perjalanan menuju perkampungan, rekannya kemudian bertemu warga setempat, Haerudin Taib (40), yang tidak jauh dari lokasi. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, dalam keterangannya menyampaikan bahwa tim SAR sebelumnya telah bergerak menuju lokasi pencarian.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 14.30 WIT, Tim Rescue Kansar Ternate tiba di Pelabuhan Sofifi dan melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Gitaraja untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap korban.

Namun, sekitar pukul 15.10 WIT, saat tim masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian perkara (LKP), pihaknya menerima informasi dari Tim SAR Gabungan di lapangan bahwa korban telah ditemukan oleh warga di kawasan hutan mangrove pada koordinat 0°23’51.57″N / 127°37’8.05″E dalam keadaan meninggal dunia.

Selanjutnya, korban dievakuasi oleh masyarakat dibantu Babinsa dan pihak kepolisian setempat untuk dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada keluarga.

Berdasarkan keterangan di lapangan, dari kondisi fisik korban diduga kuat korban diterkam buaya. Saat ditemukan, korban mengalami luka berat pada tubuh, di antaranya tangan kiri dan kaki kanan telah hilang serta terdapat luka robek pada bagian wajah dan perut yang diduga akibat gigitan.

Keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai. Kepala Kantor SAR Ternate menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, di antaranya Basarnas Ternate, BPBD Kota Tidore Kepulauan, Polsek setempat, Babinsa, potensi SAR lainnya, keluarga korban, serta masyarakat Desa Gitaraja. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut. (*)

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan