Remaja di Ternate Minta Tolong ke Damkar, Ngaku Sering Dipukul Ibunya
Narasitimur – Seorang remaja putri berinisial K (14) di Kota Ternate, Maluku Utara, meminta bantuan kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) setelah mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oleh ibu kandungnya.
Permintaan bantuan itu disampaikan K melalui pesan WhatsApp ke nomor darurat Damkar pada Senin (9/3/2026).
Dalam pesannya, remaja yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP itu mengaku sudah mengalami kekerasan fisik sejak masih bersekolah di kelas 3 SD.
Ia menyebut sering dipukuli hingga mengalami luka lebam.
K juga mengaku sempat menceritakan kejadian tersebut kepada ayahnya, namun menurutnya tidak ada tindakan yang diambil.
Merasa tidak kuat lagi menahan tekanan fisik dan psikis, K akhirnya memberanikan diri menghubungi Damkar dan meminta bantuan.
Bahkan dalam percakapannya, ia sempat menyampaikan keinginannya untuk pergi ke panti asuhan karena merasa tidak aman berada di rumah.
Merespons laporan tersebut, personel Damkar Kota Ternate kemudian menjemput K pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIT untuk memastikan keselamatannya.
Setelah dievakuasi, remaja tersebut dibawa ke kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Ternate guna mendapatkan pendampingan dan penanganan lebih lanjut.
Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3A Kota Ternate, Fitriah Buamona, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terhadap keterangan korban.
Menurutnya, korban belum sepenuhnya terbuka terkait kondisi yang dialaminya.
“Anak ini masih trauma sehingga belum menceritakan secara utuh. Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya,” ujarnya saat dikonfirmasi narasitimur.id, Kamis (12/3/2026).
DP3A juga telah memanggil orang tua korban untuk dimintai keterangan guna memastikan situasi yang terjadi di dalam keluarga tersebut. (*)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








