Bupati Morotai Dorong OPD Optimalkan PAD, Tekankan Evaluasi dan Transparansi
Narasitimur – Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Rusli Sibua meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Arahan tersebut disampaikan dalam rapat bersama OPD penghasil PAD di ruang kerja bupati, Senin (4/5/2026).
Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Media Dinas Komunikasi dan Informatika Pulau Morotai, Iwan Muraji, mengatakan rapat itu merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian fiskal melalui peningkatan PAD.
Dalam rapat tersebut, bupati menegaskan seluruh pimpinan OPD harus serius menindaklanjuti hasil evaluasi sebelumnya. Setiap OPD diminta menyampaikan progres capaian pendapatan serta kendala di lapangan.
“Bupati menekankan pentingnya kerja nyata dari seluruh OPD, tidak hanya menyampaikan capaian, tetapi juga langkah konkret dalam menjawab berbagai kendala yang ada,” ujar Iwan.
Sejumlah OPD mengungkapkan hambatan peningkatan PAD, di antaranya rendahnya kesadaran masyarakat membayar iuran sampah serta persoalan pelayanan air bersih yang berdampak pada penerimaan daerah.
Selain itu, bupati juga menyoroti pencegahan kebocoran PAD melalui penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan.
Dari sektor perhubungan, Dinas Perhubungan melaporkan potensi objek retribusi baru berupa penagihan karcis parkir di kawasan pertokoan yang dinilai dapat menjadi sumber tambahan PAD.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, menyampaikan rencana pengembangan sejumlah objek pendapatan yang akan dibahas lebih lanjut bersama OPD teknis untuk dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Objek tersebut meliputi retribusi sektor pariwisata seperti kios kuliner di beberapa kecamatan serta pengelolaan peralatan diving. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga pemeliharaan aset daerah.
“Untuk sektor pariwisata, seperti kios kuliner dan peralatan diving, akan kita dorong skema kerja sama dengan pihak ketiga. Prinsipnya terbuka, yang penting ada perawatan aset dan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah,” jelas Sekda.
Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai optimistis langkah-langkah tersebut dapat meningkatkan PAD secara berkelanjutan serta memperkuat pelayanan publik dan pembangunan daerah. (*)





