NarasiTimur
Beranda Publik Aksi Mahasiswa di Ternate Berujung Dipukul Mundur dan Disemprot Water Canon

Aksi Mahasiswa di Ternate Berujung Dipukul Mundur dan Disemprot Water Canon

Massa aksi saat dipukul mundur oleh petugas keamanan (Narasitimur)

Narasitimur Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate di depan kediaman Wakil Gubernur Maluku Utara berlangsung tegang, Selasa (23/6/2026).

Pantauan narasitimur.id di lapangan, massa aksi sempat terlibat saling dorong dengan petugas pengamanan dari kepolisian dan Satpol PP. Adu argumen antara mahasiswa dan aparat juga terjadi saat massa berupaya menyampaikan tuntutannya di depan kediaman Wakil Gubernur.

Situasi semakin memanas hingga aparat memukul mundur massa dan mengerahkan water canon untuk membubarkan aksi. Setelah itu, massa membacakan tuntutan mereka sebelum akhirnya membubarkan diri secara tertib.

Dalam selebaran yang dibagikan saat aksi, HMI mengangkat isu tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) di Maluku Utara. Mereka menilai daerah yang kaya akan sumber daya alam itu belum memberikan kesejahteraan yang sebanding bagi masyarakat.

Mahasiswa menyoroti mahalnya harga BBM yang berdampak pada biaya transportasi, distribusi barang, hingga harga kebutuhan pokok. Menurut mereka, kondisi tersebut turut membebani masyarakat dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain menuntut penurunan harga BBM, massa aksi juga menyampaikan sejumlah tuntutan lain, di antaranya memberikan keadilan untuk Andry Yunus, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis, serta menolak pengesahan RUU Polri.

Dalam aksi tersebut, HMI juga membacakan delapan tuntutan rakyat Maluku Utara, yakni menangkap mafia BBM subsidi, menurunkan harga bahan pokok, mengusut pelaku pembunuhan di Hutan Halmahera, mencabut izin usaha pertambangan PT Ormat Geothermal di Halmahera Barat, melindungi aktivis lingkungan di Halmahera Utara, mewujudkan keadilan fiskal bagi Maluku Utara, menangkap pelaku jual beli IUP, serta menindak pelaku kejahatan lingkungan.

Aksi berakhir setelah massa menyampaikan seluruh tuntutannya dan meninggalkan lokasi pengamanan. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan