Basarnas Ternate Bekali 24 Jurnalis Malut dengan Pelatihan Keselamatan Peliputan
Narasitimur – Sebanyak 24 jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal di Maluku Utara mengikuti pembekalan keselamatan peliputan dan teknik pertolongan dasar yang digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate di Pantai Sulamadaha, Minggu.
Pelatihan ini menjadi upaya meningkatkan kesiapsiagaan jurnalis dalam menghadapi situasi darurat saat menjalankan tugas peliputan, terutama di wilayah perairan yang memiliki risiko keselamatan tinggi.
Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan pembekalan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dengan sejumlah instansi, untuk meningkatkan kemampuan jurnalis menghadapi kondisi kedaruratan di lapangan.
Menurut Iwan, karakteristik geografis Maluku Utara yang terdiri atas wilayah kepulauan membuat jurnalis kerap bersinggungan dengan situasi berisiko, khususnya ketika meliput peristiwa di laut maupun kawasan pesisir.
“Jurnalis tidak hanya membutuhkan kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga harus memiliki pengetahuan dasar, untuk menyelamatkan diri maupun memberikan pertolongan kepada orang lain ketika menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, materi pelatihan disampaikan instruktur profesional Basarnas Ternate dengan fokus pada penggunaan peralatan keselamatan dan praktik langsung teknik penyelamatan.
Melalui pembekalan tersebut, jurnalis diharapkan memiliki kemampuan dasar untuk bertahan hidup dan mengambil langkah tepat, ketika menghadapi situasi darurat selama peliputan.
Salah satu peserta, Sahrudin, jurnalis Berita Satu TV, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru, terutama dalam memahami penggunaan peralatan keselamatan, dan praktik pertolongan terhadap korban.
Ia menilai, aspek keselamatan terkadang belum menjadi perhatian utama jurnalis saat menjalankan tugas di lapangan, meskipun risiko dapat muncul sewaktu-waktu.
“Selama ini kami sering meliput berbagai peristiwa, tetapi melalui pelatihan ini kami mendapat pengetahuan tentang cara menggunakan peralatan dan praktik langsung menyelamatkan orang, terutama menyelamatkan diri sendiri,” katanya.
Sahrudin berharap pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan tersebut dapat menjadi bekal, sekaligus standar keselamatan bagi jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan prosedur keselamatan sebelum turun ke lapangan, terutama saat meliput peristiwa darurat di wilayah perairan Maluku Utara. (*)






