PT FHT Apresiasi Aspirasi Pemuda Mabapura, Komitmen Libatkan Masyarakat Secara Inklusif dalam Proses AMDAL
Narasitimur – PT Feni Haltim (PT FHT) sebagai pengelola Kawasan Industri Buli yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, menyambut baik dan mengapresiasi sikap konstruktif para pemuda dari Desa Mabapura dan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Mabapura (HPMM) Haltim, yang telah melakukan penyampaian asiprasi terkait pelaksanaan konsultasi publik AMDAL.
Kesepakatan tercapai setelah dialog langsung yang dihadiri oleh Tang Honghui selaku Direktur Utama PT FHT bersama para perwakilan pemuda pada Senin (27/7/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan kekeluargaan tersebut, manajemen PT FHT mendengarkan secara langsung aspirasi para pemuda dan berkomitmen penuh, untuk memastikan proses partisipasi masyarakat dalam penyusunan AMDAL dilaksanakan secara lebih inklusif, transparan, dan dekat dengan masyarakat terdampak.
Tang Honghui, Direktur Utama PT FHT menyampaikan apresiasi dan menghargai semangat kritis pemuda Mabapura.
“Kami sangat menghargai semangat kritis dan kepedulian pemuda Mabapura terhadap pembangunan di wilayah mereka. Ini adalah bukti bahwa masyarakat Halmahera Timur ingin terlibat aktif. PT FHT berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih luas dan memastikan tidak ada pihak yang merasa ditinggalkan dalam proses pengembangan Kawasan Industri Buli,” ungkap Tang.
Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan ini, PT FHT akan menyatakan empat poin, di antaranya:
1. Memfasilitasi tuntutan pemuda Mabapura yang disalurkan lewat pemerintah desa (Desa Mabapura dan desa-desa terdampak lainnya), untuk menjangkau masyarakat yang belum terakomodir.
2. Membentuk forum komunikasi rutin dengan perwakilan pemuda dan tokoh masyarakat, untuk memastikan aspirasi terus tersalurkan.
3. Menyediakan akses informasi yang lebih terbuka melalui kanal komunikasi yang mudah diakses masyarakat.
4. Memastikan program-program CSR dan pemberdayaan masyarakat benar-benar menyentuh kebutuhan langsung masyarakat lokal, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja dan pengembangan UMKM.
Dialog berlangsung secara konstruktif dan menghasilkan kesepakatan bersama yang mencerminkan komitmen PT FHT dan para perwakilan pemuda Mabapura, untuk memperkuat pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
Kesepakatan ini menjadi langkah positif dalam mendorong pelaksanaan proses AMDAL yang lebih inklusif, transparan, dan partisipatif, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam pengembangan Kawasan Industri Buli.
PT FHT meyakini bahwa keberhasilan pengembangan Kawasan Industri Buli tidak hanya diukur dari kemajuan investasi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari terbangunnya hubungan yang harmonis dan saling percaya dengan masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog, mendengarkan setiap aspirasi secara terbuka, serta menjadikan masukan dari masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.
Melalui komunikasi yang konstruktif dan kolaborasi yang berkelanjutan, PT FHT berharap dapat tumbuh bersama masyarakat sekitar, dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. (*)





