NarasiTimur
Beranda Publik 75 Kebakaran Ditangani, Damkar Morotai Hanya Andalkan Satu Mobil

75 Kebakaran Ditangani, Damkar Morotai Hanya Andalkan Satu Mobil

Seorang Petugas Damkar Morotai Saat Padamkan Api. (Istimewa)

Narasitimur — Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, hanya mengandalkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani 75 titik kebakaran sepanjang Januari hingga September 2026.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran, terlebih sejumlah lokasi berada jauh dari pusat pelayanan pemadam kebakaran.

Kasatpol PP Damkar Morotai, Akri Yuti Wijaya, mengatakan selain satu unit mobil pemadam, pihaknya juga dibantu satu unit mobil suplai air milik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

“Dari 75 titik kebakaran tersebut, sebagian berada berdekatan dengan lokasi padat penduduk sehingga kami harus memprioritaskan pemadaman,” kata Akri, Kamis (10/9/2026).

Menurut Akri, keterbatasan armada diperparah dengan jumlah personel yang hanya 16 orang. Kondisi ini membuat petugas harus bekerja dengan sumber daya terbatas dalam menangani kebakaran di berbagai wilayah Morotai.

Dari 75 titik yang ditangani, total luas lahan terdampak kebakaran mencapai sekitar 347 hektare. Kebakaran umumnya terjadi saat musim kemarau berkepanjangan.

Akri mengatakan, keterbatasan tidak hanya pada kendaraan, tetapi juga perlengkapan keselamatan, sumber air dan sarana pendukung pemadaman lainnya.

“Keterbatasan kita mulai dari mobil pemadam kebakaran, masker dan perlengkapan keselamatan, sumber air, sampai personel,” ujarnya.

Ia mengaku telah menyampaikan kebutuhan tambahan armada pemadam kebakaran kepada anggota DPR RI. Akri berharap Pemerintah Pusat dapat membantu menambah kendaraan pemadam untuk memperkuat penanganan kebakaran di Morotai.

Menurutnya, armada tambahan diperlukan untuk ditempatkan di kecamatan yang memiliki potensi kebakaran tinggi dan lokasinya jauh dari pusat pelayanan.

“Kami cukup kesulitan mengakses kecamatan yang jaraknya jauh. Misalnya terjadi kebakaran di Morotai Timur, jarak tempuh menuju lokasi cukup jauh sehingga ketika petugas tiba, kondisi kebakaran bisa semakin parah,” jelasnya.

Akri berharap dukungan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pemadam kebakaran agar penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat.

“Harapannya, setiap kekurangan dan keterbatasan fasilitas ini dapat dipenuhi oleh pemerintah, sehingga penanganan kebakaran di Morotai bisa lebih cepat dan maksimal,” pungkasnya. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan