Wali Kota Tidore Hadiri Mubes Pertama IPMS 2026
Narasitimur – Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Muhammad Sinen didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Rahmawati Muhammad Sinen menghadiri musyawarah besar pertama Ikatan Pelajar Mahasiswa Selawaring (IPMS) Kelurahan Rum. Kegiatan dilakukan di aula BPMP Provinsi Maluku Utara, pada Minggu (3/5/2026).
Dalam sambutannya, Muhammad Sinen mengatakan bahwa musyawarah IPMS merupakan bukti nyata dari keseriusan dan niat yang kuat, dari pemuda/mahasiswa Selawaring yang bersatu untuk menjalin dan mempererat kebersamaan.
“Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan mengapresiasi musyawarah besar pertama pada hari ini. Kami berharap musyawarah pertama ini akan dapat melahirkan gagasan dan ide yang penuh inovasi, serta solutif dalam menjawab tantangan yang akan dihadapi oleh generasi muda di masa kini,” ujarnya.
Pemerintah Daerah, kata Muhammad Sinen, akan selalu membuka ruang untuk organisasi kepemudaan yang ada di Kota Tidore, termasuk IPMS untuk bersinergi dan mendukung setiap program pembangunan dalam mencapai visi: Terwujudnya Tidore Kepulauan yang Aman, Nyaman, Ramah, Maju dan Berkelanjutan Untuk Semua.
Sementara itu, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal turut menyoroti pentingnya peran pemuda dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan, dan anak di Kota Tidore Kepulauan.
Mansyur juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk berkolaborasi aktif dalam upaya pencegahan kekerasan, terhadap perempuan dan anak melalui edukasi yang dimulai dari lingkungan sekolah.
“Pemuda memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya pendidikan inklusif dan budaya anti-kekerasan, maka dari itu kita semua harus berkolaborasi, selepas dari musyawarah ini, pergilah ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi agar mereka mendapat pendidikan inklusif dan pendidikan yang anti-kekerasan,” kata Mansyur.
Koordinator IPMS, Ilyas dalam sambutannya mengatakan bahwa musyawarah ini bukan sekedar menggugurkan kewajiban administratif organisasi, melainkan sebuah bentuk kesetiaan kita terhadap cita-cita besar yang dibawa oleh pemuda/pemudi.
“Musyawarah besar Ikatan Pemuda Mahasiswa Selawaring tahun 2026 ini berangkat dari sebuah kesadaran kolektif, bahwa organisasi adalah organisme yang hidup, agar tetap hidup, ia harus bernapas melalui evaluasi dan bergerak melalui inovasi,” tuturnya.
“Oleh karena itu hadirnya IPMS di Kelurahan Rum dan Rum Balibunga bukanlah sekedar wadah berkumpul tanpa arah, kami memiliki tujuan yang jelas di antaranya: Wadah intelektual, kreativitas dan Akselerator perubahan. Menjadi tempat bagi mahasiswa dan pemuda untuk mengasah pola pikir kritis dan menyalurkan bakat positif, demi kemajuan daerah,” pungkasnya. (*)





