Pemuda Desa Juanga dan Mahasiswa Unipas Minta Polres Morotai dan Pemdes Selesaikan Konflik Antar-desa
Narasitimur – Pemuda Desa Juanga, Jaenudin Safi bersama mahasiswa Universitas Pasifik Morotai, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, meminta Polres Pulau Morotai, serta Pemerintah Desa Juanga dan Pandanga untuk segera turun tangan menyelesaikan konflik antardua desa tersebut.
Ia bilang, konflik antardua desa tersebut seringkali terjadi pada saat malam hari, sehingga sangat mengganggu keamanan, ketertiban, serta hubungan sosial masyarakat antar kedua desa tersebut.
“Tawuran antaranak muda yang memicu ketegangan antara Desa Juanga dan Desa Pandanga sangat disayangkan, karena berpotensi mengganggu keamanan, ketertiban, serta hubungan sosial masyarakat kedua desa yang selama ini memiliki sejarah panjang terkait konflik serupa,” ungkapnya melalui rilis yang diterima Narasitimur.id, pada Jumat (8/5/2026).
Ia berharap pihak keamanan, dalam hal ini kepolisian daerah setempat dapat mengambil langkah yang tegas, agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Apabila terdapat laporan dugaan tindak pidana kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 dan Pasal 352 KUHP, maka saya meminta agar proses hukum ditindaklanjuti tanpa pertimbangan yang dapat melemahkan penegakan
hukum (restorative justice), sehingga mampu memberikan efek jera kepada oknum-oknum yang diduga sebagai pelaku,” jelasnya.
Penegakan hukum harus serius menangani masalah tersebut, agar tidak muncul kesan bahwa konflik ini sengaja dipelihara.
“Agar tidak muncul kesan bahwa konflik ini sengaja dipelihara atau dibiarkan terus berulang. Mengingat hubungan kedua desa memiliki sejarah konflik yang cukup panjang, maka penyelesaian persoalan ini harus dilakukan, secara menyeluruh dan bijaksana. Saya juga berharap para pimpinan Desa Juanga dan Desa Pandanga dapat duduk bersama untuk membahas solusi terbaik, demi terciptanya perdamaian dan stabilitas sosial di tengah masyarakat. Dalam proses tersebut, penting untuk melibatkan tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh pemuda agar penyelesaian yang dihasilkan benar-benar membawa kesejukan dan mencegah konflik serupa terjadi kembali di kemudian hari,” tandasnya. (*)





