NarasiTimur
Beranda Publik Kantong Plastik untuk Daging Kurban, Aman atau Bahaya? Begini Hasil Riset

Kantong Plastik untuk Daging Kurban, Aman atau Bahaya? Begini Hasil Riset

Daging sapi kurban (Foto: Dompet Duafa)

Narasitimur — Tradisi pembagian daging kurban menggunakan kantong kresek hitam masih sering ditemui setiap Iduladha. Praktis memang, tapi sejumlah penelitian kesehatan dan sains mengingatkan adanya potensi risiko dari plastik yang bersentuhan langsung dengan makanan, terutama daging segar.

Salah satu yang paling sering disorot adalah potensi migrasi zat kimia dari plastik ke makanan. Penelitian dalam jurnal Science of The Total Environment tahun 2023 menemukan bahwa senyawa Bisphenol A (BPA) dari kemasan plastik dapat berpindah ke produk daging dalam kondisi tertentu. BPA sendiri dikaitkan dengan gangguan hormon, masalah reproduksi, hingga peningkatan risiko penyakit tertentu.

Selain itu, studi dalam jurnal Food Packaging and Shelf Life tahun 2020 menemukan adanya partikel mikroplastik pada daging kemasan. Peneliti menyebut partikel tersebut diduga berasal dari wadah plastik dan lapisan kemasan makanan.

Penelitian lain yang dipublikasikan di Food Additives & Contaminants tahun 2022 juga menemukan talenan plastik bisa menjadi sumber mikroplastik pada daging. Bahkan setelah dicuci, sebagian partikel mikroplastik masih tetap menempel pada makanan.

Kajian terbaru dalam jurnal Current Research in Food Science tahun 2026 bahkan menyebut kontaminasi mikroplastik kini ditemukan di rantai pangan daging dan susu secara global. Mikroplastik disebut dapat masuk melalui lingkungan, peralatan, hingga kemasan plastik makanan.

Di Indonesia sendiri, sejumlah daerah mulai mengurangi penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban dan beralih ke besek bambu atau daun pisang yang dinilai lebih aman dan ramah lingkungan.  (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan